DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 12:47 WIB

22 Warga Bandung Barat Digigit Anjing Diduga Terinfeksi Rabies

Mukhlis Dinillah - detikNews
22 Warga Bandung Barat Digigit Anjing Diduga Terinfeksi Rabies Anjing terinfeksi rabies juga menjadi wabah di NTB/Foto: Anjing rabies disuntik di Mataram (harianto/detikcom)
Bandung - Sebanyak 22 warga asal lima kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi korban gigitan anjing yang diduga terinfeksi virus rabies. Para korban ditangani secara intensif.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan KBB, Wiwin Aprianti mengatakan para korban tergigit dalam kurun 7 - 20 Februari 2019 atau sekitar 2 minggu. Mereka berasal dari Kecamatan Rongga, Gunung Halu, Sindangkerta, Cililin, Cipatat.

Ia menuturkan para korban tergigit sudah mendapat penanganan vaksin anti rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB melalui puskesmas setempat. Vaksinasi dilakukan berkelanjutan.

"Rata-rata gigitan di kaki dari mulai korban usia 3 tahun - 65 tahun. Mereka semua sudah diberi VAR pertama, sudah vaksinasi hari ke 0, kemudian hari ke 7 juga. Kan vaksinasi ke 3 nanti hari ke 21," kata Wiwin saat dihubungi via telepon genggam, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya berdasarkan laporan warga, ada empat ekor anjing yang menggigit puluhan warga di lima kecamatan tersebut. Tiga di antaranya sudah diperiksa dan hasilnya negatif rabies.

Dia mengaku salah satu anjing liar yang juga mengigit warga belum juga ditemukan setelah sepekan dicari. Pihaknya memperkirakan anjing itu sudah mati kalau memang positif terinfeksi virus rabies.

"Kalau itu rabies harusnya sudah mati selama 5 hari terinfeksi. Karena kita tidak tahu anjing itu rabies atau tidak, kita tangani intensif warga yang tergigit. Karena dampak dari gigitan anjing rabies gak langsung , tapi sampai 6 bulan ke depan," tutur dia.

Wiwin mengatakan virus rabies bisa menyebabkan kematian bagi manusia. Sehingga, sambung dia, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah penyebaran dari virus tersebut.

"Kalau anjing yang terkena mengeluarkan air liur yang banyak. Kalau di manusia, bisa menyebabkan kematian karena menyerang otak dan memerintahkan takut air, cahaya, takut orang lain," ungkap dia.

"Tapi kalau sudah diberikan VAR gak masalah. Alhamdulillah kita tanggap dan sesuai protap," menambahkan.

(mud/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed