DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 17:58 WIB

Aktivis Satwa Soroti Perburuan Kalong di Pangandaran

Andi Nurroni - detikNews
Aktivis Satwa Soroti Perburuan Kalong di Pangandaran Sekumpulan kalong di Pangandaran. (Foto: BKSDA Cagar Alam Pangandaran)
Pangandaran - Masifnya aktivitas perburuan kalong (Pteropus vampyrus) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, disorot pemerhati satwa. Potensi kepunahan kalong atau kelelawar besar ini diyakini akan mengganggu ekosistem dan bisa berbahaya bagi manusia.

Aktivis Profauna Jawa Barat Herlina Agustin berpendapat perburuan kalong yang telah membudaya harus ditangani secara serius oleh otoritas. Dua pendekatan yang bisa dilakukan, menurut Herina, yaitu dengan edukasi dan penegakan hukum.

Soal edukasi, Herlina menjelaskan, dapat disampaikan melalui pendidikan formal maupun informal. Semua pihak, menurut Herlina, bisa terlibat dalam proses edukasi ini, baik masyarakat, lembaga pemerintah, maupun sekolah melalui kurikulum yang ditetapkan.

"Kalau tidak diberikan (edukasi), anak tidak akan punya penghargaan terhadap satwa ketika beranjak dewasa," kata Herlina kepada detikcom, Rabu (20/2/2019).

Menurut Herlina, edukasi juga harus dibarengi dengan upaya penegakan hukum. Pemerintah, dia menegaskan, dapat menerbitkan payung hukum perlindungan satwa, termasuk kalong di dalamnya.

"Kalau terus dibiarkan ini risikonya ke manusia juga. Kalong itu punya predator, seperti ular. Kalau kalong hilang, ular akan mencari mangsa lain, termasuk ke lingkungan masyarakat," ujar Herlina.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Surya Darma mengakui bahwa pihaknya belum banyak memberikan perhatian terhadap isu satwa. Hal ini, menurut Surya, dikarenakan masih banyaknya persoalan lingkungan yang dirasa lebih strategis, seperti isu limbah di kawasan wisata.

"Paling sementara dari kami sifatnya imbauan. Kalau cuma sekadar dimakan, mending yang lain saja, jangan kalong, ayam lebih enak," ujar Surya.

Perburuan kalong di Pangandaran dilakukan dengan cara tradisional menggunakan layang-layang berkail. Para pelaku umumnya ialah remaja yang melakukan perburuan dengan motif rekreasional.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>