DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 10:05 WIB

Pasca-Video Ancaman Tawuran Viral, Polisi Pastikan Majalaya Kondusif

Wisma Putra - detikNews
Pasca-Video Ancaman Tawuran Viral, Polisi Pastikan Majalaya Kondusif Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - Kapolres Bandung AKPB Indra Hermawan mengatakan situasi Kecamatan Majalaya sudah kembali kondusif pasca kemunculan video viral ancaman tawuran antar kampung di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Kondisi Majalaya saat ini sudah aman. Imbauan saya kepada masyarakat jangan takut karena sudah aman, baik di Majalaya maupun di Cikancung sudah kembali kondusif dan kami juga melakukan penebalan pasukan," kata Indra didampingi Kapolsek Majalaya Kompol Kurnia dan Kasatreskrim Polres Bandung di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara, Soreang, Selasa (19/2/2019).

Pihaknya tidak akan segan melakukan tembak di tempat kepada masyarakat yang melakukan aksi premanisme di wilayah hukum Kabupaten Bandung.

"Kemudian saya sampaikan, saya akan melakukan tindakan tegas terukur kepada siapapun yang melakukan tindak pidana khsusunya di Kabupaten Bandung. Ini negara hukum, negara harus hadir dan memberikan rasa aman," tegasnya.

Video itu muncul pasca kejadian warga Cigereleng Cikancung bernama Wendy dianiaya dan berujung pembacokan yang dilakukan oleh empat tersangka bernama Jajang, Jaenudin, Krisna dan Jepanya.

"Kejadian ini berawal Tanggal 10 Januari 2019 sekitar Pukul 15.30 di Kecamatan Majalaya ada seorang korban (Rizal) awalnya dipalak Rp 130 ribu oleh para tersangka. Kemudian korban pulang, memanggil kakaknya (Wendy) untuk mendatangi tempat kejadian perkara tersebut," jelasnya.

Wendy lalu kembali mendatangi para tersangka yang sebelumnya memalak adiknya Rizal di Kampung Sangkali, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya. "Bersama kakaknya datang dan terjadilah kejadian tersebut. Di situ penganiayaan dan penyeroyokan terhadap kakak yang dipalak tersebut dan menyebabkan luka disejumlah bagian tubuh, pipi dan punggung yang dilakukan empat tersangka," ungkapnya.

Korban dilarikan ke RS Al-Ihsan Bandung untuk dilakukan perawatan secara intensif. Sementara, empat pelaku penganiayaan korban, Jajang, Jaenudin, Krisna dan Jepanya berhasil diamankan anggota Satreskrim Polres Bandung.

Pasca kejadian itu, tersebar informasi hoaks yang mengabarkan akan ada penyerangan dari kampung korban yang berada di Cigereleng Cikancung ke Bojong Majalaya. Untuk mengantisipasi, hal tersebut rekan-rekan tersangka berjaga-jaga dan melakukan konvoi dengan membawa senjata tajam jenis golok, Jumat (15/2). Video konvoi itu langsung viral di medsos.

"Munculah isu ada penyerangan sehingga dari kelompok tersangka bersiap-siap dan membuat video yang viral," imbuhnya.


Pasca-Video Ancaman Tawuran Viral, Polisi Pastikan Majalaya KondusifFoto: Wisma Putra

Sabtu, (16/2) malam 14 orang yang ada di video viral itu diamankan oleh Satreskrim Polres Bandung. Pengamanan 14 otamg itu diwarnai tembakan ke udara sebanyak tiga kali. Mereka diamankan di satu tempat karena telah meresahkan warga. Dari 14 orang itu, empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena telah menguasai, membawa, mempunyai dan menyimpan suatu senjata tajam.

"14 orang yang ditangkap kita pilah, mana yang terlibat mana yang tidak. Empat orang membawa sajam," imbuhnya.

Empat orang tersangka dalam video viral itu bernama, Rangga Prana, Agus Hendar, Wandi Sugina dan Agus Supriadi. Sementara 10 orang lainnya, wajib lapor ke Polsek Majalaya.

"Motif masih kita dalam, kita masih berkerjasama dengan Polda Jabar untuk mendalami kasus itu," ujarnya.

Dalam kejadian itu, delapan orang ditetapkan menjadi tersangka, empat orang pelaku penganiayaan, empat orang membawa sajam dan mendapat ancaman hukuman penjara selama sembilan tahun.

Indra menambahkan, dalam menjalankan aksinya para pelaku pembacokan dalam kondisi terpengaruh alkohol. "Mereka dipengaruhi alkohol, ketika melakukan pemerasan. Korban dan pelaku tidak kenal, setiap ada orang lewat mereka berhentikan dan dimintai uang," pungkasnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +