DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 20:08 WIB

Industri Garam Rakyat di Pangandaran Digenjot

Andi Nurroni - detikNews
Industri Garam Rakyat di Pangandaran Digenjot Mutu garam Pangandaran diklaim kategori bagus dibandingkan garam olahan Pantai Utara Jawa. (Foto: Andi Nurroni/detikcom)
Pangandaran - Rintisan indsutri garam rakyat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menunjukkan sejumlah keberhasilan. Saat ini, pemerintah dan warga petani garam tengah berupaya menggenjot kualitas dan kuantitas produksi.

Ketua Kelompok Petani Garam Sari Laut Udin Narsudin menjelaskan sejak diinisiasi pemerintah akhir 2018, industri garam rakyat di Kecamatan Cimerak terus berkembang.

Saat ini, kata Udin, di Kecamatan Cimerak terdapat dua desa yang mengembangkan industri garam rakyat dengan sistem tunnel, yakni Desa Legok Jawa dan Desa Masawah. Di Desa Legok Jawa, menurut dia, saat ini berdiri lima unit tunnel pengolahan garam.

"Dari masing-masing tunnel, per dua minggu dipanen 2,5 sampai 3 kuintal (garam)," ujar Udin kepada detikcom di lokasi tambak garam, Senin (18/2/2019).

Lima unit tunnel, Udin menjelaskan, dikelola oleh lima kelompok warga yang terdiri dari 5-10 orang. Melihat tren keberhasilan produksi garam dan prospek bisnisnya yang bagus, menurut dia, saat ini beberapa warga lainnya sedang membuat unit-unit pengolahan baru.

Dari sisi pemasaran, Udin menyampaikan, nyaris tidak ada kendala. Bahkan, dia menuturkan, beberapa pihak sudah menawari kontrak pembelian dengan jumlah yang belum bisa disanggupi.

"Kita jual Rp 2.500 per kilogram. Sementara masih memenuhi kebutuhan lokal, buat pengolah ikan, buat pupuk, buat pakan ternak. Kalau jumlah besar belum sanggup," ucap Udin.

Keberhasilan pengembangan garam di Kecamatan Cimerak, menurutnya, bukan berarti tanpa kendala. Salah satu kendala yang dihadapi, kata dia, adalah belum adanya mesin penyedot air laut berkapasitas besar.

Industri Garam Rakyat di Pangandaran DigenjotPangandaran berpotensi menjadi salah satu sentra penghasil garam. (Foto: Andi Nurroni/detikcom)
Sementara beberapa rencana pengembangan usaha, Udin menyampaikan, saat ini tengah dilakukan, di antaranya rencana memproduksi garam meja.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rida Nirwana menuturkan hasil uji laboratorium menyimpulkan mutu garam Pangandaran masuk kategori kualitas bagus dibandingkan garam olahan Pantai Utara Jawa.

"Kadar garamnya di sini lebih tinggi, dan pengolahannya higienis. Kalau untuk industri, ini sudah masuk," ucapnya.

Untuk diproduksi sebagai garam meja, kata Rida, saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan SNI dan sertifikasi halal melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. "Sekarang PR (pekerjaan rumah) kita menggenjot produksi. Dibandingkan Pantura, pengolahan kita belum efisien, jadi harga lebih mahal," tutur Rida.

Pengembangan garam di Kecamatan Cimerak, dia mengungkapkan, akan mendapatkan sokongan dari provinsi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Beberapa proyek pendukung yang akan dikerjakan, menurut Rida, yaitu menambah unit pengolahan dan membangun gudang. Di Jawa Barat, kata Rida, Pangandaran berpotensi menjadi salah satu sentra penghasil garam.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed