DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 12:34 WIB

Kontroversi Reorganisasi, Pegawai Desak Kepala LIPI Mundur

Mochamad Solehudin - detikNews
Kontroversi Reorganisasi, Pegawai Desak Kepala LIPI Mundur Aksi damai di kampus LIPI Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Sejumlah pegawai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar aksi damai di kampus LIPI Bandung, Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Senin (18/2/2019). Mereka mendesak Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mundur dari jabatannya.

Mereka menilai Laksana Tri Handoko gagal menerapkan kebijakannya terkait reorganisasi dan redistribusi pegawai. Para pekerja menilai kebijakan tersebut justru menimbulkan banyak masalah.


Puluhan pegawai LIPI Bandung yang kecewa dengan kepemimpinan Laksana Tri Handoko berkumpul di sekitar lapangan depan, Kampus LIPI Bandung. Satu panggung orasi disiapkan sebagai tempat mencurahkan aspirasi. Satu buah sepanduk bertuliskan 'Menolak Keras Kepemimpinan L.T.H' terbentang di sekitar tempat aksi.

Para peserta aksi juga terlihat bersemangat menyuarakan aspirasinya. "LIPI itu milik kita bersama, tapi sekarang tidak seperti itu. Kebijakan hanya dibuat beberapa individu tidak lagi seperti keluarga," kata seorang pegawai dalam orasinya.

Dia hanya bisa berharap LIPI ke depan bisa jauh lebih baik. Tidak banyak masalah yang menerpa kenyamanan kerja para pegawainya. "Karena ini rumah kita bersama. Saya harap LIPI semakin besar dan kolektif kolegial akan kembali dilaksanakan," ucapnya.


Koordinator aksi Yuyu Wahyu menuturkan unjuk rasa kali ini sengaja digelar untuk memberi pesan terkait gagalnya kepemimpinan Laksana Tri Handoko. Pasalnya ada beberapa kebijakan yang diterapkan tidak tepat dan justru menimbulkan banyak masalah.

Untuk itu, pihaknya ingin tata kelola LIPI dikembalikan para struktur sesuai dengan Perka LIPI Nomor 1/2014. Sejalan dengan itu, pihaknya juga meminta agar Laksana Tri Handoko meletakan jabatannya.

"Kalau mandat kembali ke semula ke Perka LIPI 2014. Itu kalau dia kembali semua harus fair dia (Laksana Tri Handoko) gagal dan (harus) mengundurkan diri. Desain reorganisasi dan redistribusi (yang dibuatnya) gagal karena menimbulkan banyak keluhan," katanya.


Menurut Yuyu, kepala LIPI tersbut telah melanggar kesepakatan yang disepakati pada 8 Februari untuk memoratorium reorganisasi dan redistribusi. Karena pihaknya melihat hal itu masih tetap berjalan.

"Harusnya dibikin tim kecil. Itu setelah tanggal 8 Februari tiba-tiba bikin surat macam-macam. Jadi sekarang kita support supaya (tata kelola) kembali ke semula dan dia harapannya fair untuk mundur," ujar Yuyu.


Simak Juga 'Wawancara Eksklusif Kepala LIPI, Kontroversi Reorganisasi':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed