Di Kota Bandung, pendukung pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon Parbowo Subianto-Sandiaga Uno hadir dalam diskusi menyangkut visi misi yang berkaitan dengan tema debat malam ini, di Gedung Serbaguna, Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Minggu (17/2/2019).
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Haru Suandharu. Sementara dikubu pasangan 01 hadir Ketua Gerakan Alumni ITB Utju Suitana yang beberapa waktu lalu telah menyampaikan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf Amin di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utju selaku pendukung Jokowi-Ma'ruf menyatakan, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintahan saat ini. Dalam visi misi pasangan 01 juga tergambar program yang akan dilakukan, khususnya menjaga ketahanan pangan.
"Peningkatan produksi sudah dilakukan dalam empat tahun terakhir. Jadi sumber-sumber energi dan pertambangan sudah diambil alih. Ini berpotensi tingkatkan produksi," kata dia dalam pemaparannya.
Kemudian urusan pangan juga, Jokow-Ma'ruf memiliki program yang jelas. Salah satunya melalui penguatan ekonomi petani melalui pembentukan koperasi. Cara itu, menurutnya merupakan upaya untuk mendorong ekonomi kerakyatan.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu cara tepat yang dilakukan pemerintahan Jokowi untuk menunjang peningkatan ekonomi saat ini. "Pangan untuk menyokong pangan tidak lepas dari infrastruktur. Jadi naif kita enggak makan jalan tol, padahal beras diangkut melalui jalan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPD Prabowo-Sandi yang juga alumni ITB Haru Suandharu menilai pemerintahan saat ini masih banyak kekurangan. Contohnya saja di bidang energi, dari data yang dimilikinya tarif dasar listrik dari tahun 2014-2018 terjadi kenaikan mencapai 20 persen."Harusnya ini bisa lebih rendah," ucapnya.
Kemudian di bidang pangan, pemerintah kurang bisa menjaga kestabilan harga. Dari tahun 2014-2018 terjadi kenaikan harga bahan-bahan pangan sekitar 18 persen. "Dan sangat fluktuatif harusnya rendah dan stabil," katanya.
Tidak hanya itu, dia juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang dinilainya belum tepat. Mulai dari pembiayaan, hingga masalah tenaga kerja yang ternyata banyak mengandalkan tenaga asing.
"Pembiayaan itu dari hutang, banyak pembangunan infrastruktur di Jawa, ini harus diperbaiki. Di Palembang juga ternyata pembangunan LRT bukan untuk ekonomi tapi hanya gengsi untuk penyelenggaraan Asian Games," ucapnya.
Untuk itu, dia menyatakan, perlu pemimpin baru untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Prabowo disebutnya layak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan.
"Saya kira Pak Jokowi terima kasih. Saya sebagai tim kampanye Prabowo, yakin bisa jadi presiden dengan track record sebagai ketua umum partai dan memimpin militer. Kita ingin perubahan dan saya kira masyarakat ingin ada perubahan," ujarnya.
Terlepas dari itu, dia juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas selama masa kampanye ini. Dia juga tidak ingin masyarakat terutama alumni ITB terpecah hanya gara-gara masalah Pilpres ini.
"Senang bisa silaturahmi (dengan Pak Utju) sebelum 17 April kita tetap alumni ITB dan setelahnya juga. Pemilu damai harmonis jujur, transparan, mengeluarkan gagasan dan ide-ide," ujarnya.
Tonton video: Awali Debat Kedua, Jokowi-Prabowo Pamer Visi-Misi
(mso/mud)











































