Menyusuri Lorong Waktu Lewat Pameran Radio Antik di Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Sabtu, 16 Feb 2019 09:08 WIB
Pameran radio antik di Bandung. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Setiap tanggal 13 Februari masyarakat dunia memperingati World Radio Day. Begitu juga dengan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Radio Antik Bandung (KRAB) yang memperingatinya dengan menggelar pameran radio antik.

Pameran yang digelar di Museum Kota Bandung ini mempertontonkan puluhan radio antik dari berbagai jenis dan merek. Berbeda dengan yang modern, semua radio di pameran ini masih menggunakan gelombang Short Wave (SW).

Yang dipamerkan ada 41 radio dari berbagai merek dunia.Ketua KRAB Andar Manik
Namanya barang antik, sudah tentu umurnya telah tua dan memiliki nilai sejarah. Bahkan beberapa radio berasal dari sisa perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Tapi jangan salah, meski berumur kondisi radio masih terawat dan beberapa di antaranya masih menyala.

"Yang dipamerkan ada 41 radio dari berbagai merek dunia. Ada juga yang merek nasionalisasi Indonesia," ujar Ketua KRAB Andar Manik di lokasi kepada detikcom, belum lama ini.

Radio-radio tersebut tersusun rapi di lorong lantai dua bagian belakang museum. Bahkan semua radio terdapat keterangan yang menjelaskan asal-usul radio tersebut mulai dari sejarah, tahun pembuatan hingga material yang digunakan.

"Ini koleksi teman-teman komunitas. Kita sering kumpul dan bikin pameran seperti ini juga," katanya.

Menyusuri Lorong Waktu Lewat Pameran Radio Antik di BandungKomunitas Radio Antik Bandung (KRAB) yang memperingati World Radio Day dengan menggelar pameran radio antik. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Selain dapat melihat dan menyentuh langsung, pengunjung juga bisa melihat perjalanan sejarah radio di dari zaman Hindia Belanda hingga menjadi Indonesia seperti saat ini.

Di sisi lain terdapat tiga bingkai foto yang memperlihatkan radio-radio antik tersebut saat berjaya di eranya. Seperti foto Presiden Soekarno yang memegang radio Philips BIN206U di Istana Negara. Radio tersebut berasal dari perwakilan Philips yang memiliki pabrik perakitan di Bandung.

Tak hanya radio antik, di akhir perjalanan lorong juga ditampilkan sejumlah radio modern yang dikemas dalam bentuk klasik. Radio-radio tersebut sudah memakai teknologi terbaru, hanya saja dibuat dalam bentuk klasik.

Pameran ini berlangsung mulai 14 Februari hingga 21 Februari. Untuk melihat-lihat puluhan radio antik ini, cukup datang ke Museum Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, tanpa harus membayar alias gratis.

Menyusuri Lorong Waktu Lewat Pameran Radio Antik di BandungPanitia pameran memajang foto Presiden Soekarno saat memegang radio Philips BIN206U di Istana Negara. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
(tro/bbn)