Kreatif! Nelayan Pangandaran Rakit Minatur Pinisi

Andi Nurroni - detikNews
Jumat, 15 Feb 2019 15:16 WIB
Miniatur pinisi buatan nelayan Pangandaran ini dijual jutaan rupiah. (Foto: Andi Nurroni/detikcom)
Pangandaran - Agus Rikki (53), nelayan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memiliki kepiawaian merakit miniatur perahu pinisi. Keahlian autodidak ini dia geluti setahun terakhir di sela waktu melaut.

Kerajinan itu dia buat untuk mengusir kejenuhan ketika hasil tangkapan di laut sepi. Secara kebetulan, kata dia, di sekitar tempat tinggalnya, ada penjual kue serabi yang selalu menumpuk kayu-kayu bakar dalam jumlah banyak.

"Iseng-iseng lah saya buat. Ada kayu albiso, ada tripleks bekas, bambu, saya pakai," ujar Agus kepada detikcom, Jumat (15/2/2019).

Perahu pinisi pertamanya, menurut dia, selesai dalam waktu sebulan, yang dikerjakan paruh waktu. Tak disangka, karya Agus mendapat apresiasi teman-temannya. Karena jejaringnya dengan para pehobi mancing di kota, dia pun menerima beberapa pesanan dari Bandung dan Jakarta.

Keren! Nelayan Pangandaran Rakit Minatur PinisiMiniatur pinisi karya Agus. (Foto: Andi Nurroni/detikcom)
Perahu pinisi buatan Agus memang terbilang detail. Agus yang sebelumnya pernah menekuni seni dekorasi dalam ajang-ajang pameran memang mencintai dunia hasta karya.

"Sebenarnya saya buat ini (pinisi) iseng aja. Saya sih berharap ada anak-anak muda di Pangandaran yang mau belajar dan mengembangkan usaha ini," ujarnya.

Namun sayang, menurut Agus, beberapa pemuda yang dia ajak, tampak tidak tertarik karena mereka berpikir penghasilan yang didapat tidak seketika. Agus kini mengaku agak kebingungan mengerjakan pesanan demi pesanan yang terus datang.

Agus menceritakan, untuk membuat kerajinan kapal pinisi hanya perlu ketekunan. Modal sendiri, menurut dia, bukan menjadi kendala utama, karena sebagian material diambil dari limbah.

"Yang harus dibeli paling lem korea, kain layar, sama tali-tali jaring, tapi itu murah," ucap ayah satu anak ini.

Usir Kejenuhan, Nelayan Pangandaran Rakit Minatur PinisiKeahlian autodidak merakit miniatur pinisi ini Agus geluti setahun terakhir di sela waktu melaut. (Foto: Andi Nurroni/detikcom)
Saat ini, Agus membuat dua prototipe. Pinisi berukuran besar, dengan panjang 75 cm dan tinggi 65 cm, dibanderol seharga Rp 3 juta. Sementara pinisi berukuran lebih kecil ditawarkan dengan harga Rp 2 juta dan Rp 1 juta.

"Sebenarnya saya patok harga itu, karena karya sejenis di internet di jual jauh lebih mahal. Sebagai barang seni, saya pikir sah-sah saja," ujar dia.

Selain membuat miniatur perahu pinisi, Agus pun menyebut kini tengah mengerjakan beberapa kerajinan lainnya, seperti plakat ukiran kayu serta umpan ikan buatan. (bbn/bbn)