DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 17:31 WIB

4 Gadis ABG Bandung 'Dijual' ke Pria Hidung Belang di Papua

Tri Ispranoto - detikNews
4 Gadis ABG Bandung Dijual ke Pria Hidung Belang di Papua Polrestabes Bandung membongkar sindikat penjualan anak di bawah umur. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung meringkus sindikat penjualan anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani pria hidung belang di Kabupaten Nabire, Papua. Wakapolrestabes Bandung AKBP Gatot Sujono menjelaskan kasus tersebut terbongkar setelah seorang ibu, HR, melapor ke polisi karena anaknya, AD, menjadi korban penjualan anak oleh pelaku.

Awalnya, kata Gatot, AD dijanjikan oleh para pelaku bekerja sebagai pelayan kafe di Nabire, Papua, dengan gaji Rp 30 juta per bulan.

"Ternyata itu tidak terjadi. Korban malah harus bekerja di Karaoke Texas Nabire dan bisa di-BO (booking out)," ujar Gatot kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (14/2/2019).

Setelah mendapat laporan, polisi menangkap empat tersangka di tempat dan waktu berbeda. Dari hasil penyelidikan keempat pelaku memiliki peran yang berbeda-beda.

4 Gadis Bandung 'Dijual' ke Pria Hidung Belang di PapuaWakapolrestabes Bandung AKBP Gatot Sujono (tengah) saat memimpin ekspose kasus sindikat penjualan anak di bawah umur. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
FR, salah satu pelaku yang masih di bawah umur, dan ARI bertugas mencari korban atas perintah Mami Bela. Selanjutnya, Mami Bela dan Mami Puspa bertugas sebagai penyambung dan mempersiapkan korban untuk diserahkan ke pemilik tempat karaoke di Nabire.

"Pemilik Karaoke Texas yang ada di Nabire bernama Edi Macheli saat ini masih buron. Dia DPO," katanya.

Dari hasil penyelidikan ternyata bukan hanya AD yang menjadi korban. Ada tiga gadis anak baru gede (ABG) lainnya yang juga asal Kota Bandung menjadi korban. Mereka sama-sama dipekerjakan di Karaoke Texas.

"Korban ini hanya mendapat uang dari hasil melayani tamu atau BO dengan fee Rp 700-1 juta. Jadi janji bekerja sebagai pelayan dengan gaji Rp 30 juta itu tidak ada," ujar Gatot.

Saat ini kepolisian masih terus mendalami kasus tersbut bekerja sama dengan Polres Nabire dan Polda Papua. Sementara keempat pelaku telah di tahan dan dijerat undang-undang Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed