DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 15:07 WIB

Pemkot Bandung Larang Valentine Day, DPRD: Terlalu Lebay!

Tri Ispranoto - detikNews
Pemkot Bandung Larang Valentine Day, DPRD: Terlalu Lebay! Foto: Istimewa
Bandung - Pemkot Bandung mengeluarkan Surat Edaran (SE) melarang pelajar untuk merayakan Valentine Day. Larangan tersebut ternyata menuai pro dan kontra di kalangan DPRD Kota Bandung. Ada yang setuju, bahkan ada yang menyebut lebay.

Pernyataan setuju terlontar dari Anggota DPRD Kota Bandung Salmiah Rambe. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk pencegahan dari pemerintah terhadap hal-hal negatif yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan Pancasila.

"Jadi sudah seharusnya Disdik itu (mengeluarkan SE). Karena bukan hanya kali ini, tapi tahun lalu juga sudah ada SE. Artinya untuk menjaga dan melindungi pelajar dari tradisi barat yang tidak perlu. Karena kasih sayang itu bukan hanya satu hari, apalagi dalam islam tentu sangat dianjurkan dalam batas-batas koridor agama," ujar Salmiah pada detikcom via telepon, Kamis (14/2/2019).

Ia berpesan agar para pelajar mempelajari dulu sejarah valentine sebelum berniat merayakannya. Sebab di balik itu ada hal yang jauh dari budaya dan agama Islam.


Pelajar, kata Salmiah, juga harus menyadari dampak negatif dari perayaan valentine. Menurutnya banyak hal yang mengatasnamakan kasih sayang justru berdampak negatif seperti seks bebas.

"Kemudian bagi kalian yang SMA atau pun lebih besar, harus aktif memberitahukan pada teman-teman dan adik kelas untuk membentengi dari hal negatif. Menjadi pionir kebaikan," kata politis PKS itu.

Sementara itu anggota DPRD lainnya, Achmad Nugraha, menilai valentine bukan budaya atau kebiasaan orang Indonesia. Justru, kata dia, budaya Indonesia merayakan hari kasih sayang setiap hari dan tidak hanya 14 Februari.

Achmad mengatakan orang Sunda memiliki budaya yang dianggap lebih luhur dan baik dari valentine yakni Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh. "Itu jauh lebih hebat dari Valentine Day," katanya.

Sedangkan untuk SE yang beredar, Achmad menilai itu terlalu lebay. Lebih baik SE dibuat untuk lebih mengarahkan pada kegiatan positif seperti kerja bakti atau kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

"Jadi kalau ada surat edaran seperti itu lebay-lah menurut saya," ujar politisi PDIP itu.

Menurut Achmad selain berbudaya yang lebih baik, warga Indonesia juga memiliki dasar agama yang kuat. Sehingga sudah seharusnya budaya dan agama menjadi benteng kepribadian masing-masing yang kelak akan membuat Valentine Days hilang dengan sendirinya.

Bagi Achmad tidak ada larangan seseorang untuk merayakan valentine. Hanya saja itu kembali pada diri masing-masing. Terpenting baginya adalah setiap kegiatan dilakukan tidak berdampak merugikan pada moralitas bangsa dan menyimpang dari hukum.

"Kasih sayang tidak hanya dibuktikan dengan berpacaran saja. Tapi bisa ke orang tua kita. Saya mengingatkan Valentine Day itu bukan hanya tanggal 14 saja, di budaya Sunda itu setiap hari. Tapi kalau surat edaran itu, menurut saya terlalu lebay!" ujar Achmad.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed