DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 11:55 WIB

Penjaga Pantai Australia Hibahkan Peralatan untuk Pangandaran

Andi Nurroni - detikNews
Penjaga Pantai Australia Hibahkan Peralatan untuk Pangandaran Foto: Istimewa
Pangandaran - Komunitas penjaga pantai di Australia mendonasikan peralatan penyelamatan untuk Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pangandaran. Hibah tersebut berupa rescue board, perahu karet dan sejumlah peralatan lainnya yang dikemas dalam satu kontainer.

Sekretaris Balawista Kabupaten Pangandaran Asep Kusdinar mengaku sangat senang atas kepedulian rekan-rekan sesama penjaga pantai dari Australia. Hibah tersebut, kata dia, dikumpulkan dari lembaga-lembaga penjaga pantai di Negara Bagian Queensland.

Bantuan yang diterima kali ini, kata Asep, tidak terlepas dari kemitraan yang sudah dijalin sebelumnya. Menurut Asep, kemitraan antara Balawista Pangandaran dengan komunitas penjaga pantai Australia terjalin melalui Internasional Surf Lifesaving Association atau ISLA, yang merupakan lembaga asosiasi penjaga pantai sedunia.

"Kita sudah pernah melakukan pelatihan tiga kali sama ISLA di Pangandaran. Sebelumnya juga mereka pernah ngasih bantuan, tapi sekarang dalam jumlah besar," ujar Asep kepada detikcom, Kamis (14/2/2019).

Asep merinci, bantuan yang diberikan kali ini adalah 68 rescue board atau papan penyelamatan, 1 perahu karet, serta sejumlah perlengkapan, seperti baju. Sebagian peralatan, kata Asep, adalah bekas pakai, sementara sebagian lainnya adalah barang baru.

Jika dikonversi ke dalam uang, kata Asep, nilai bantuan tersebut tidak sedikit. Ia menggambarkan, satu unit rescue board baru harganya mencapai Rp 25 juta.

Rencananya, menurut Asep, peralatan tersebut akan digunakan untuk menguatkan pelayanan Balawista di Pantai Pangandaran dan obyek-obyek wisata air lainnya di Kabupaten Pangandaran.

"Tapi mereka juga berpesan, kalau ada Balawista lain di luar Pangandaran ada yang membutuhkan, bisa juga dibagi," kata Asep.

Asep melaporkan, saat ini, peralatan tersebut masih berada di Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Asep, pengurusannya memang agak terhambat karena ada beberapa dokumen yang belum lengkap.

"Karena ini pengiriman pertama, ada dokumen yang kurang dari sana-sini. Tinggal satu dokumen lagi. Kalau lancar, mereka (Australia) mau kirim lagi tiap tahun," kata Asep.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed