DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 13:52 WIB

Kemalingan, Pedagang Minta Pemerintah Segera Ambil Alih Pasar Andir

Tri Ispranoto - detikNews
Kemalingan, Pedagang Minta Pemerintah Segera Ambil Alih Pasar Andir Pedagang di Pasar Andir/Foto: Wisma Putra
Bandung - Pemkot Bandung melalui PD Pasar Bermartabat telah mengambil alih Pasar Andir yang sebelumnya dikelola oleh PT Aman Prima Jaya (APJ). Namun hingga kini proses ambil alih belum sepenuhnya selesai, karena masih sengketa di Badan Abritase Nasional Indonesia (BANI) Bandung.

Para pedagang di Pasar Andir mendesak pemerintah segera ambil alih sepenuhnya pasar yang berada di Jalan Kebonjati itu. Sebab mereka merasa tak aman, banyak dagangan yang dicuri.

Kuasa Hukum PD Pasar Bermartabat Achmad Rivai mengatakan pihaknya menerima laporan tiga pedagang yakni Toko Star Lee Jeans, Toko Bulvaro dan Toko Blink yang mengalami kehilangan. Masing-masing toko merugi mulai Rp 1-3,1 juta.

Parahnya lagi, kata Rivai, dari hasil penelusuaran, barang bukti dan rekaman CCTV aksi pencurian dilakukan oleh oknum satpam yang berasal dari mantan pengelola PT APJ.

"Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Para pedagang juga meminta kita segera mengambil alih Pasar Andir agar kembali kondusif," ujar Rivai melalui rilis yang diterima detikcom, Rabu (13/2/2019).

Menurut Rivai saat ini ada dua kelompok satpam di Pasar Andir yang berasal dari PT APJ dan PD Pasar. Keberadaan dua kelompok tersebut lantaran masih ada proses sengketa di BANI Bandung yang belum selesai.

Rivai mengatakan karena berproses, PT APJ merasa masih memiliki aset Pasar Andir. Sehingga mereka masih menempatkan 20 personel satpam yang ditugaskan khsusus di sana.

"Kejadian pencurian itu dilakukan Sabtu malam. Pasar yang seharusnya dijaga, oknum securiti malah melakukan pencurian. Para pedagang telah memegang bukti CCTV pelaku dan melaporkannya ke kepolisian," katanya.

Sementara itu sebanyak 29 satpam PD Pasar hanya bisa bertugas memberikan pelayanan dan pengamanan di sekitar pasar. Sebab kunci atau akses menuju dalam gedung dan pusat pertokan masih dikuasai oleh PT APJ.

"Kita jaga di luar gedung, karena mereka memegang kunci. Mereka menguasai gedung, terutama menutup dan membuka gedung. Harapan pedagang, kita ke depan amankan luar dan dalam gedung," ujarnya.

Menindaklanjuti desakan tersebut, PD Pasar berencana melakukan ambil alih gedung sebagai aset negara dengan mengganti kunci akses gedung, kunci genset, panel listrik dan sumber air yang selama ini masih dipegang PT APJ.

Selama ini jika ada kerusakan atau kebutuhan yang mendesak dari pedagang PD Pasar kesulitan untuk menindaklanjutinya. Sebab seluruh akses vital masih dikuasai oleh PT APJ dan hal itu berimbas pada pelayanan ke pedagang dan pengunjung.
(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed