DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 14:53 WIB

Mahasiswa dan Emak-emak di Cirebon Kampanye Pemilu Damai

Sudirman Wamad - detikNews
Mahasiswa dan Emak-emak di Cirebon Kampanye Pemilu Damai Massa membentangkan spanduk tentang Pemilu 2019 yang damai. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Mahasiswa dan emak-emak di Cirebon menggelar aksi damai Pemilu 2019 tanpa ujaran kebencian dan hoaks alias berita bohong. Massa itu berorasi di depan Balai Kota Cirebon, Jawa Barat.

Massa membentangkan spanduk tentang Pemilu 2019 yang damai, melawan isu SARA, hoaks, dan ujaran kebencian. Maesuniyati (40) mengatakan masyarakat jangan sampai terpancing dengan ujaran kebencian dan hoaks yang dapat memecah belah bangsa. Emak-emak yang arkab disapa Yati ini tak menampik kerap mendapati informasi tentang ujaran kebencian.

"Dukung Indonesia yang aman dan maju. Lawan berita bohong dan ujaran kebencian, jangan sampai kita terpecah belah," kata Yati sembari membentang spanduk disela-sela aksi damai Pemilu 2019, Selasa (12/2/2019).

Yati menilai kampanye tentang anti hoaks dan ujaran kebencian perlu dilakukan secara masif. Karena, menurut dia, jangan sampai Indonesia terpecah belah karena Pemilu 2019, lantaran terprovokasi oleh hoaks an ujaran kebencian.

"Saya ikhlas kampanye damai, jangan sampai berita bohong itu menyebar. Kalau ada berita bohong tidak usah diladeni atau ujaran kebencian jangan diladenin," tutur Yati.

Mahasiswa dan Emak-emak di Cirebon Kampanye Pemilu DamaiAksi damai Pemilu 2019 tanpa ujaran kebencian dan hoaks. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Di tempat yang sama, koordinator aksi Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI) Abdurofiq Firmansyah mengatakan polarisasi masyarakat yang terjadi saat Pemilu 2019 jangan sampai terprovokasi berita hoaks dan ujaran kebencian. Hingga berujung pada perpecahan bangsa.

"Ini merupakan seruan aksi damai. Jangan sampai masyarakat terpecah belah. Kami ingin damai, masyarakat harus menjaga persatuan dan kesatuan," ucap Rofiq.

Dia menilai aksi damai Pemilu 2019 penting untuk mengingatkan masyarakat tentang bahayanya hoaks dan ujaran kebencian. "Kita harus menangkal penyebaran berita hoaks. Dengan begini masyarakat akan sadar tentang persatuan, dan bahayanya hoaks serta ujaran kebencian," ujar Rofiq.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed