Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banjarsari Emas Kurniasih menuturkan berdasarkan keterangan di lokasi kejadian. Hilmi dan Arjun sudah biasa bermain ke kawasan sungai Kedungmalang Kayuputih tersebut untuk berenang dan bermain air.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat berenang Hilmi mencoba meloncat dari atas batu ke bawah leuwi di sungai tersebut di bagian yang cukup dalam. Namun ketika sampai ke dasar sungai diduga kepalanya terbentur batu, hingga korban diduga tenggelam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa temannya yang bisa berenang mencoba mencari keduanya yang tenggelam itu, sekitar 20 menit dicari akhirnya bisa ditemukan," ujar Emas saat dihubungi via telepon.
Tapi saat korban akan ditolong dengan menekan dadanya untuk mengeluarkan air, ternyata mulut korban tenggelam telah mengeluarkan busa. Kemudian temannya tersebut mencari pertolongan terdekat.
Saat itu ada anak SMA Rancabango Garut tangah yang PKL di MI PUI Cibadak, yang juga menuju ke sungai di kawasan Kayuputih. Akhirnya mereka mencoba meminta bantuan warga, lalu membawa kedua korban ke Puskesmas setempat. Setelah diperiksa di puskesmas ternyata keduanya dinyatakan telah meninggal dunia.
"Memang korban ini mengetahui mau ada rombongan PKL itu yang ke Kayuputih itu untuk menghabiskan akhir pekan. Rombongan itu masih dari sekolahnya korban, tapi jadwalnya mengajak siswa perempuan dulu. Karena korban biasa ke sana, jadi ke lokasi duluan," tutur Emas.
Kedua Jenazah kini telah dibawa ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan oleh keluarganya. Kedua korban masih bertetangga. Meski berbeda sekolah namun keduanya sering bermain bersama.
(ern/ern)











































