detikNews
Jumat 25 Januari 2019, 16:29 WIB

Seorang Anak di Cimahi Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah

Rachmadi Rasyad - detikNews
Seorang Anak di Cimahi Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah Sejumlah warga Cimahi terjangkit demam berdarah (Foto: Dokumen RSUD Cibabat)
Cimahi - Soeorang anak berusia lima tahun meninggal dunia karena terjangkit demam berdarah. RSUD Cimahi bersiaga menangani pasien serupa di musim penghujan saat ini.

Direktur RSUD Kota Cimahi Trias Nugrahadi mengatakan, hari ini penderita DBD yang dirawat berjumlah 60 pasien. Jumlah tersebut, kata dia, mengalami penurunan jika dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah 71 pasien.

Trias menyebut, 71 pasien yang dirawat didominasi oleh anak-anak. Hal tersebut disebabkan tubuh anak-anak lebih rentan terkena penyakit dibanding orang dewasa.

"Total di rumah sakit ada enam puluh yang dirawat. Menurun dibanding sebelumnya 71. Laporan kami yang 71 itu perbandingannya 60 banding 40 persen yang didominasi anak-anak," kata Trias di RSUD Cibabat, Jumat (25/1/2019)

Dia menuturkan seorang pasien anak berusia lima tahun bernama Muhammad Riski Aditia yang meninggal dunia karena DBD. Pasien tersebut datang ke rumah sakit pada demam hari ke enam dengan trombosit sangat rendah.

"Ada satu pasien yang datang memang dalam kondisi yang sudah cukup berat karena pasien datang dengan panas pada hari yang ke enam," tutur Trias.

Riski sempat mendapat perawatan hingga keadaannya sempat membaik dan masuk ke ruang ICU selama sepuluh jam ketika datang pada Rabu lalu.

trombositnya ketika datang begitu rendah di kisaran 20.000 mikroliter dan terus menurun hingga ke angka 4.000 mikroliter. Padahal, trombosit normal berada pada angka 150.000 mikroliter.

"Hari ke enam datang kesini dengan trombosit yang rendah, kita rawat, kemudian sempat membaik sedikit, lalu masuk ICU. Hari Rabu pagi kemudian Kamisnya setelah di ICU hampir sepuluh jam pasien tidak tertolong," jelas Trias.

Dia menegaskan akan meningkatkan kesiapsiagaan selama 24 jam untuk menangani pasien yang datang. Selain itu, dia pun menyebut akan menambah 40 tempat tidur.

Trias mengimbau agar sebaiknya pasien datang ketika demamnya masih memasuki hari pertama dan kedua sebab jika datang lebih dari hari itu dokter akan kesulitan untuk menanganinya.

"Himbauan kami datanglah pasien manakala demam di hari pertama dan ke dua karena itu akan menyelamatkan pasien dan juga meringankan dia dan kita akan mengantisipasi pemberian cairannya lebih baik. Karena menaikkan trombosit yang sudah sangat rendah itu cukup sulit," tutur Trias.

Senada dengan pendapat tersebut, Dokter Spesialis Anak Nugi Nugraha mengatakan, bahwa anak-anak memang lebih rentan terkana DBD.

Saat ini, sambung dia, penanganan demam berdarah kepada anak-anak dilakukan dengan terapi cairan infus. Jika kekurangan cairan, akan menyebabkan terganggunya tekanan darah.

"Kalau sudah berat anak-anak lebih susah dari dewasa penangannya. Soalnya daya tahan tubuh anak-anak kan tidak sekuat orang dewasa," kata Nugi.
(mud/mud)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com