Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, 50 kasus DBD tersebut terjadi secara masif dan meningkat tajam tersebar di beberapa wilayah di Kota Sukabumi.
"Peningkatan kasus DBD di Kota Sukabumi meningkat cukup tajam bahkan hingga saat ini sudah terdata 50 Kasus yang sudah terjadi di beberapa wilayah yang berada di Kota sukabumi. Satu korban meninggal dunia di Kecamatan Lembursitu," kata Kadinkes Kota Sukabumi Rita Neni kepada detikcom, Kamis (24/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan kasus DBD membuat kita mengambil langkah penanggulangan. Mengerahkan penyuluh kesehatan untuk mensosilisasikan kebersihan lingkungan terutama peralatan yang menampung jentik nyamuk," lanjutnya.
Sementara itu AKBP Susatyo Purnomo Kapolres Sukabumi Kota bersama Satuan Sabhara menggandeng Dinkes melakukan penyuluhan secara mobile. Langkah antisipasi penyebaran DBD dilakukan di wilayah Kecamatan Lembursitu lokasi dimana terdapat korban meninggal akibat nyamuk tersebut.
"Kami hari ini bersama Dinkes melakukan penyuluhan secara mobile ke warga menggunakan pengeras suara, selain itu kita juga membagikan bubuk Abate secara gratis Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kasus DBD yang kita anggap meresahkan warga kota Sukabumi," ujar Suasatyo.
Petugas kepolisian berseragam dan penyuluh Dinkes membawa pengeras suara kemudian menelusuri gang-gang kecil di lokasi tersebut. Satu persatu warga diberi pengetahuan soal penyebab munculnya DBD.
"Akan kita lakukan secara terus menerus di beberapa wilayah, yang menurut keterangan dari Dinkes perlu di lakukan penyuluhan. Jadi kepolisian juga merasa perlu hadir untuk membantu pemerintah daerah," tandas dia. (sya/ern)











































