Kejadian pohon tumbang tersebut membuat kaget warga sekitar Cagar Budaya Astana Gede Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pohon tersebut memiliki tinggi sekitar 25 meter dengan diameter sekitar 3 meter.
"Saat saya sedang berada di dalam Astana Gede tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang kencang dari depan, membuat kaget. setelah dilihat ternyata pohon Bunut yang besar tumbang ke halaman Astana Gede, merubuhkan tembok pagar," ujar Juru Pelihara Obyek Wisata Budaya Astana Gede Kawali Eman saat ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Mungkin karena faktor usia, pohon ini sudah tua di sini paling tinggi, jadi salah satu ikon. Dengan adanya pohon ini Astana Gede terlihat rimbun seperti hutan," jelasnya.
Sementara itu, Aktivis Budaya Kawali Dadang Rochlik menuturkan tumbangnya pohon ikon Astana Gede tersebut diduga karena faktor usia. Pasalnya di lokasi tersebut pohon yang berusia ratusan pohon masih banyak berdiri.
"Sangat disayangkan saja, pohon itu merupakan salah satu ikon di Astana Gede ini, sekarang tumbang, jadi terasa ada yang kurang, pohon tua di sini yang membuat astana gede indah," katanya.
Tumbangnya pohon tersebut ada yang dikaitkan dengan hal mitos ataupun pertanda ada kejadian sesuatu. Meski demikian, menurut Dadang hal itu bisa saja terjadi. Namun yang jelas usia pohon tersebut sudah sangat tua sehingga wajar bila tiba-tiba tumbang.
![]() |
Kasi Cagar Budaya dan Museum Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Ciamis Tetet mengatakan pohon bunut tersebut saat ini dievakuasi oleh petugas, termasuk dari BPBD Ciamis. Namun pohon tersebut nantinya akan dikembalikan ke lingkungan Astana Gede Kawali dan dibiarkan membusuk.
"Ini masuk cagar budaya jadi tidak bisa dimanfaatkan, sekarang dibereskan supaya tidak menghalangi jalan. Setelah itu disimpan lagi di komplek Astana Gede sampai membusuk di sana," terangnya. (ern/ern)