Aroma Pungli dan Pemberhentian Pekerja di Gedung Kreatif Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 16 Jan 2019 16:27 WIB
Gedung Bandung Creative HUB (BCH) di Jalan Laswi, Kota Bandung. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Keberadaan Bandung Creative HUB (BCH) sebagai pusat kegiatan kreatif anak muda Kota Bandung sudah hampir dua tahun diperkenalkan pada masyarakat. Hanya saja hingga kini keberadaan tempat ini terlihat kurang bergairah.

Belakangan, muncul isu gedung yang berada di Jalan Laswi ini dikotori dengan dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh sejumlah oknum di dalamnya. Seperti yang diungkapkan oleh eks pengelola BCH, Ayu Oktariani, dalam blog pribadinya sukamakancokelat.com yang diunggah pada 2 Januari 2019.

detikcom sempat mengkonfirmasi mengenai isi blog tersebut melalui suami Ayu, Febby Lorentz. Ia membenarkan tulisan tersebut dan mengizinkan untuk dikutip. Ayu sendiri sebelumnya bertugas mengelola media sosial dan suaminya sebagai koordinator kegiatan BCH.


Dalam blognya, Ayu menceritakan awal mula ia dan suami dipercaya untuk mengelola gedung tersebut. Tapi ia menyadari BCH adalah bom waktu yang bisa kapan saja meledak dengan sejumlah permasalahan yang ada di dalamnya.

Hal itu mulai terasa saat BCH diselimuti birokrasi ala plat merah. Birokrasi menjadi hal rumit yang dihadapi para pengelola. "Aturan yang mengekang dan memberi batasan, membuat saya mulai berfikir semestinya ini tidak usah dijadikan sebagai ruang kreatif. Jadikan saja Mall," tulis Ayu.

"Kemudian mulailah muncul sosok-sosok yang semula bertopeng kemudian menampakkan wajah aslinya. Memungut uang-uang yang kemudian mereka sebut sebagai uang penebus lelah atas bantuan yang sudah diberikan," katanya.

"Padahal sejak awal sebuah statement resmi menyebut-nyebut bahwa ruang kreatif ini bebas dari segala macam biaya dan pungutan. Semua akan ditanggung pemerintah, orang orang tinggal berkreasi saja. Menjadi laboratorium dan tempat belajar. Tapi malang tidak dapat diubah, PUNGLI kemudian bisa kami sebut menjadi budaya yang terbiasa di kalangan pemerintah," beber Ayu.

Aroma Pungli dan Pemberhentian Pekerja di Gedung Kreatif BandungGedung BCH di Jalan Laswi, Kota Bandung. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Ayu mengaku hanya bisa terdiam menyaksikan para oknum melakukan pungli. "Berbagai upaya kami coba lakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti, namun hanya sedikit.. tapi ada. We have some to prove that they did something bad," katanya.

Tak hanya soal pungli, kepentingan lainnya mulai muncul. Bom waktu yang Ayu prediksi terlihat akan segera meledak. Tepat di tanggal 31 Desember 2018, pengelola BCH yang berasal dari pemerintah mengumpulkan para pegawai dan staf. Setelah berkumpul, satu per satu diberi uang yang disebut sebagai hak karena semua yang awalnya ada di BCH tak lagi diperpanjang kontraknya.

"Tidak ada angin hujan, sedikitpun petunjuk bahkan tidak diberikan kepada mereka. Padahal jauh hari mereka tahu betul bahwa ini akan terjadi. Namun dengan kasar mereka melakukannya tepat saat di hari terakhir tahun 2018. Bagi yang bekerja di ruang tersebut sebagai individu mungkin akan lebih mudah menyembuhkan luka pasca dirumahkan," tulisnya lagi.

Lalu Ayu berujar, "Tapi dapatkah kalian bayangkan untuk mereka yang membuat ruang di dalam ruang kreatif ini seperti membangun perpustakaan dari nol. Dari tidak ada satupun buku, hingga kemudian menjadi rumah. Mereka yang membangun design store dan bekerja sama dengan banyak pihak dengan produk produk inovatif. Mereka yang mengembangkan radio online dan telah membuat program rutin."

Sementara itu, Febby menyesalkan apa yang menimpanya dan sekitar 30 orang lain pada pengujung tahun lalu itu. Sebab hal tersebut dilakukan secara mendadak.

"Padahal dua minggu sebelumnya kita diminta program rencana ke depan. Biasanya memang gajian itu tanggal 25-28, kita pikir telat baru tanggal 31. Pas tanggal 31 jam setengah lima sore kita gajian sekaligus menerima kabar itu," ujar Febby saat dikonfirmasi.

Pantauan detikcom pada Rabu (16/1/2019) siang, Gedung BCH tampak sepi. Tidak terlihat kegiatan apa pun di ruangan-ruangan gedung enam lantai itu. Bahkan setiap ruangan dikunci dan terlihat kotor seperti tak pernah dibersihkan.

Aroma Pungli dan Pemberhentian Pekerja di Gedung Kreatif BandungSuasana sepi di gedung BCH. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
(tro/)