DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 17:29 WIB

35 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Karawang

Luthfiana Awaluddin - detikNews
35 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Karawang Puting beliung merusak rumah warga di Karawang. (Foto: istimewa)
Karawang - Sebanyak 35 rumah rusak akibat diterjang puting beliung di Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019) siang. Rinciannya, 6 unit rumah rusak berat dan 29 rumah mengalami rusak sedang. Kerusakan terbanyak berada di Dusun Kopo Timur sebanyak 25 unit rumah. Sedangkan Dusun Tegaljaya terdapat 10 rumah rusak.

"Mayoritas kerusakan pada bagian atap. Menurut kesaksian warga, angin muncul sekitar tengah hari," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karawang Anyang Saehudin saat dikonfirmasi via telepon.

Kini warga memperbaiki kerusakan rumah secara swadaya serta dibantu petugas BPBD. "Kami sudah turunkan bantuan dan sedang mendata," ucapnya.

35 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KarawangRumah rusak disapu puting beliung di Karawang. (Foto: istimewa)
Selain menyebabkan kerusakan tempat tinggal, puting beliung mengakibatkan seorang kakek bernama Ilik (70) mengalami luka ringan. Dia tertimpa reruntuhan material bangunan saat angin tersebut menyapu wilayah tempat tinggalnya.

"Tidak ada yang sampai mengalami luka parah. Sejauh ini tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu orang yang mengalami ruka ringan. Atas nama Ilik. Saat ini sudah dibawa ke klinik terdekat," ujarnya.

Anyang menuturkan pihaknya mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, wilayah Karawang diguyur hujan deras disertai angin kencang. Tak menutup kemungkinan cuaca ekstrem akan terjadi lagi mengingat saat ini kondisi Karawang sedang mendung.

"Kami imbau warga juga berhati - hati sebab puting beliung di Cilamaya Kulon menyebabkan pohon tumbang," ucap Anyang.

35 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KarawangWarga memperbaiki kerusakan rumah secara swadaya. Puting beliung merusak sejumlah rumah di Karawang. (Foto: istimewa)
Puting beliung kerap terjadi di masa pancaroba atau masa transisi dari musik kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Kemunculan puting beliung terlihat dari penumpukan awan Cumulus atau awan putih seperti bunga kol.

Puting beliung kemungkinan timbul jika awan tersebut cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cb atau Cumulonimbus. "Kemungkinan bakal ada angin kencang jika pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang bergoyang cepat," tutur Anyang.



Tonton video 'Puting Beliung Terjang Rancaekek':

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed