DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 16:09 WIB

Heboh di Sungai Buntu: Kisah Mistis Mak Inah dan Isu Harta Karun

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Heboh di Sungai Buntu: Kisah Mistis Mak Inah dan Isu Harta Karun Sungai Buntu Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Muara Sungai Buntu di Kecamatan Pedes, pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tampak tak begitu ramai. Meski perahu nelayan berderet tertambat di sungai, tidak banyak nelayan yang siap-siap melaut.

Kodir (52) dan Solihat (41) terlihat baru menepi. Saat ditemui detikcom, Jumat (11/1/2019), mereka menambatkan perahu di dermaga Sungai Buntu. Keduanya baru pulang mencari rajungan di tepi laut. Namun sayang, tak satu pun rajungan yang mereka dapat.

"Sudah hampir sebulan, tangkapan sepi. Hari ini juga nihil," kata Kodir sambil merapikan gulungan jaring.


Bapak empat anak itu mengungkapkan, lantaran rajungan langka, dia berpikir-pikir mencari selingan. Kodir bercerita, kelangkaan rajungan menyebabkan beberapa rekannya sesama buruh nelayan alih profesi. Tak sedikit, kata Kodir yang menjadi buruh bangunan.

"Ada juga yang penasaran ikut mencari benda antik. Tapi itu kan kabar burung. Ternyata hoaks," kata Kodir.

Kodir dan Solihat mengungkapkan, tak sedikit warga yang termakan rumor tentang harta karun berupa miniatur kapal berbahan emas di Sungai Buntu. Rumor beraroma mistis beredar bahwa Mak Inah (55) mendapat pesan saat mimpi untuk mengambil dua harta karun dari dasar sungai.

Heboh di Sungai Buntu: Kisah Mistis Mak Inah dan Isu Harta KarunDua barang yang disebut harta karun ini ternyata benda tak bernilai sejarah. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Pada Selasa (8/1), rumah Mak Inah di RT 001 RW 007, Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, dikerumuni warga. Mereka antusias saat Mak Inah memperlihatkan miniatur perahu dengan tulisan kanji dan patung bangau. Keduanya mirip emas. "Kami juga sempat datang ke rumah Mak Inah. Banyak warga juga penasaran," kata dia.

"Memang ada yang niat untuk berenang mencari ke dasar sungai. Tapi sepertinya enggak serius. Tidak ada yang benar-benar menyelam mencari harta karun," Kodir menambahkan.

Kodir menuturkan, yang sesumbar ingin menyelam mencari harta, kebanyakan dari kalangan buruh nelayan muda. Namun, menurut Kodir, euforia mereka tak berlangsung lama. "Itu yang heboh cari harta kebanyakan anak nelayan muda. Cuma sesaat aja. Setelah barang diambil polisi, enggak ada yang benar-benar menyelam," ucap Kodir mengungkapkan.

Kasubbag Humas Polres Karawang AKP Marjani menuturkan, begitu isu harta karun berkembang, polisi bergerak cepat mengamankan benda tersebut untuk menjaga kamtibmas. "Benda tersebut kami bawa untuk diteliti, sekaligus langkah preventif menjaga keamanan," tutur Marjani.

Aktivitas warga di Sungai Buntu Karawang.Aktivitas warga di Sungai Buntu Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Setelah mengamankan benda tersebut, Polres Karawang berkoordinasi dengan Disparbud Karawang. Irwan Zulkarnaen, Fungsional Pamong Budaya dan Permuseuman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, memastikan dua benda yang ditemukan Inah bukan benda peninggalan sejarah, apalagi harta karun berharga.

"Kesimpulannya, benda ini bukan terbuat dari emas, apalagi termasuk benda bersejarah," ujar Irwan yang sudah meneliti benda tersebut selama dua hari.

Dia mengungkapkan benda berbentuk perahu layar dan bangau itu terbuat dari besi dan kuningan. "Ini bukan benda antik dari masa lalu," kata Iwan menegaskan.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed