Bocah Korban Longsor Proyek Rel Ganda KA Sukabumi-Bogor Dimakamkan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 11 Jan 2019 12:28 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - M Rifki, bocah 10 tahun tewas setelah tertimbun longsor di lokasi proyek pembangunan rel ganda kereta api Sukabumi - Bogor, Kamis (10/1/2019) kemarin.

Jasad bocah malang itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pojokhanjuang, Desa Nangerang, Cicurug Jumat (11/1/2019) pagi tadi. Selain keluarga dan tetangga, turut hadir juga Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Edi Nursalam.

M Rifki adalah putra bungsu dari dua bersaudara pasangan suami istri Heri Supriatna (41) dan Nurhayati (37). Rifki dikenal sebagai anak yang hiperaktif, sehari sebelum tewas bocah itu tidak mau lepas dari ayahnya.

"Tidak seperti biasanya pada sejak hari Rabu (9/1) sampai sebelum kejadian dia tidak mau lepas dari saya, pengen dimandiin, tidur enggak mau jauh. Sampai hari kemarin dia main ke luar dengan temannya, saya nanya ke istri sudah mau hujan kok Rifki belum pulang baru setelah itu saya dapat kabar dari teman-temannya anak saya tertimbun longsor di lokasi proyek rel ganda," cerita Heri kepada awak media.



Heri bergegas menuju lokasi yang ditunjukan oleh teman-teman almarhum putranya, namun saat itu Rifki sudah tidak ada di tempat dan berada di Puskesmas. Tiba di puskesmas ternyata tim medis angkat tangan dan merujuk Rifki untuk mendapat perawatan di RS Medicare, Cicurug.

"Ternyata anak saya sudah tidak tertolong, akhirnya saya pasrah. Logikanya dia tertutup timbunan tanah bercampur air," imbuh dia.

Rifki bersekolah kelas 3 SD di SDN Bangkongreang. Heri membenarkan putranya itu kerap bermain di sekitar proyek rel ganda.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Edi Nursalam menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya M Rifki.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ini musibah untuk kita semua. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin mengamankan lokasi karena memang ini titik-titik rawan ya konturnya berbukit seperti itu rawan tabah longsor," kata Edi.

Terkait antisipasi pasca kejadian tersebut, Edi menjelaskan sebenarnya area proyek merupakan lokasi yang terlarang dimasuki sembarangan orang.

"Sebenarnya lokasi proyek itu tidak boleh untuk dimasuki oleh orang lain, tapi meskipun sudah kita larang tempat ini dijadikan hiburan oleh anak-anak. Dunianya anak-anak ya bermain ya, kedepannya kita akan berikan batasan tegas," jelasnya.

Terkait santunan, Edi mengaku pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan uang duka untuk keluarga korban.

Seperti diberitakan, M Rifki tewas akibat tertimbun tebing di lokasi proyek rel ganda yang berlokasi di Kampung Nyalindung, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bocah lelaki berusia 10 tahun bersama sejumlah temannya tengah bermain di sekitar lokasi proyek.

Kapolsek Cicurug Kompol Simin A Wibowo mengatakan nyawa Rifki tak tertolong saat mendapat perawatan di rumah sakit setempat. "Kejadian sekitar pukul 15.15 WIB. Di lokasi proyek rel kereta api ganda terjadi tanah longsor yang mengakibatkan korban sekitar lima orang. Satu meninggal dunia, seorang lagi luka ringan dan lainnya selamat," kata Simin, Kamis (10/1/2019). (sya/ern)