DetikNews
Rabu 09 Januari 2019, 20:56 WIB

Tiga Tahun Terakhir, Peredaran Upal di Cirebon Terus Menurun

Sudirman Wamad - detikNews
Tiga Tahun Terakhir, Peredaran Upal di Cirebon Terus Menurun Kepala KPw BI Cirebon Abdul Majid Ikram/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Peredaran uang palsu (upal) mengalami penurunan di wilayah kerja Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon selama tiga tahun terakhir. Sepanjang 2018 peredaran upal di Cirebon sebanyak 5.284 lembar.

Kepala KPw BI Cirebon Abdul Majid Ikram mengatakan selam tiga tahun berturut-turut dari 2015 hingga 2018 peradaran upal di Wilayah III Cirebon yang mencakup Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan menurun. Penurunan peredaran upal, dikatakan Majid, salah satunya dipengaruhi oleh upaya preventif yakni sosialisi secara masif.

"Pada tahun 2015 itu peradaran upal mencapai 16.804 lembar, tahun berikutnya menurun menjadi 7.777 lembar," kata Majid kepada awak media di kawasan Jalan Ampera Raya Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

Majid menyebutkan tren penurunan peredaran upal itu berlanjut hingga 2018. Pada 2017, lanjut dia, peredaran upal mencapai 6.093 lembar. Kemudian, di tahun 2018 hanya 5.284 lembar.

"Tahun kemarin hanya 5.284 lembar. Tentu ini berkat sosialisasi. Artinya, pengetahuan masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya sudah bisa membedakan antara uang asli dengan palsu. Kita akan terus sosialisasi di pasar-pasar dna tempat keramaian lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Majid menyebutkan upal pecahan 50 ribu dan 100 ribu paling banyak ditemukan selama kurun waktu tiga tahun. "Untuk daerah yang tinggi peradaran upalnya itu di Cirebon. Karena Cirebon sebagai pusat perekonomian di Wilayah III Cirebon," ucapnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed