detikNews
Rabu 09 Januari 2019, 20:47 WIB

Dirjen PAS Isyaratkan Perlu Ada Fasilitas Suami-Istri Bagi Napi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Dirjen PAS Isyaratkan Perlu Ada Fasilitas Suami-Istri Bagi Napi Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Kabar 'bilik cinta' suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah sampai ke telinga Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Sri Puguh Budi Utami. Sri mengisyaratkan memang perlu adanya fasilitas seperti itu.

"Kita dengan revitalisasi harus menyiapkan, karena satu-satunya derita yang dirasakan narapidana itu hilang kemerdekaan bergerak," ucap Sri Puguh usai menjadi saksi dalam sidang kasus suap dengan terdakwa eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (9/1/2019).

Kemerdekaan bergerak yang dimaksud Sri ini termasuk berhubungan suami-istri. Sri menuturkan memang diperlukan adanya fasilitas atau kebijakan kepada napi untuk berhubungan dengan istrinya.

"Jadi ini mohon maaf mumpung kesempatan bagus, sekian tahun di dalem istrinya bagaimana. Nanti istrinya menyeleweng, suaminya menyimpang seksualnya. Nah kami salah betul, makanya harus ada mekanisme," tutur Sri.



Sri menjelaskan ada dua mekanisme yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Pertama kebijakan cuti mengunjungi keluarga atau membuat ruangan di dalam lapas bertipe minimum security.

"Cuti mengunjungi keluarga atau apapun itu. Dengan revitalisasi, di minimum security boleh berhubungan dengan keluarganya. Jadi di lapas minimum security bareng-bareng. Kalau di maximum security enggak boleh, aksesibilitasnya ketat. Di medium ketat, di minimum boleh. Supaya tidak menyimpang," kata Sri.

Sri menuturkan soal kebijakan cuti mengunjungi keluarga memang sudah ada sejak lama. Namun durasi waktu yang diberikan memang terbatas.

"Cuma dua hari dan orang jarang mau," katanya.



Kasus 'bilik cinta' pertama kali terungkap dalam dakwaan jaksa KPK terhadap Wahid Husen. Dalam dakwaannya, jaksa menyebut Fahmi mendapat berbagai fasilitas dan kemudahan usai menyuap Wahid dengan mobil, barang dan sejumlah uang.

Bilik cinta berukuran 2x3 meter persegi itu dibuat dengan tujuan hubungan badan suami-istri antara Fahmi dan istrinya Inneke Koesherawati. Selain untuk Fahmi, bilik cinta itupun disewakan ke napi lain.
(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed