Truk 'Odol' Picu Kecelakaan di Tol Palikanci

Truk 'Odol' Picu Kecelakaan di Tol Palikanci

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 09 Jan 2019 16:57 WIB
Operasi odol di rest area Tol Palikanci Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Operasi 'odol' di rest area Tol Palikanci Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Petugas gabungan menggelar operasi over dimensi dan over load (odol) di ruas jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) Cirebon, Jawa Barat.

Traffic Management Manager PT Jasa Marga Cabang Palikanci Agus Hartoyo mengatakan operasi 'odol' bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di jalan tol, khususnya tabrakan bagian belakang kendaraan. Agus menyebutkan kecelakaan tabrakan bagian belakang truk kerap terjadi di ruas Tol Palikanci.

"Kejadian tabrak belakang dalam beberapa bulan kemarin banyak. Tujuannya ke arah sana, menekan tingkat fatalitas kecelakaan tabrak belakang. Desember lalu tabrak belakang menewaskan seseorang di Palikanci," kata Agus di sela-sela operasi 'odol' di rest area Tol Palikanci Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

Selain menekan tingkat kecelakaan di tol, Agus menjelaskan, operasi 'odol' bertujuan juga untuk meminimalisir kerusakan jalan tol akibat kendaraan besar yang bermuatan melebihi batas. Pihaknya akan menindak kendaraan yang bermuatan 5 ton lebih dari batas standar.

"Kita memberi rambu maksimal muatannya 10 ton di jalan tol. Kalau ada yang melebihi itu, sampai 5 ton lebih maka kita kandang dan minta untuk dikurangi terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Kendaraan 'Odol' Picu Kecelakaan di Tol PalikanciOperasi 'odol' di rest area Tol Palikanci Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Pemberian sanksi kepada pengemudi yang melanggar kapasitas muatan, sambung dia, disesuaikan dengan aturan yang ada. "Kita minta pengemudi itu atau pengusahanya untuk memindahkan barangnya ke angkutan lain. Sebelum melanjutkan perjalanan," tutur Agus.

Kanit Lakalantas Sat Lantas Polres Cirebon IPTU Endang Khusnandar menyebutkan kendaraan besar yang bermuatan melebihi batas maksimal mengganggu arus lalulintas di tol. Bahkan, lanjut dia, truk 'odol' menjadi penyebab kecelakaan.

"Harusnya minimal kecepatan 60 kilometer per jam di tol, karena beratnya melebihi batas jadi 30 kilometer per jam. Ini mengganggu, tak sedikit kecelakaan terjadi akibat ini," ucapnya.

Selama bulan Desember 2018, lanjut dia, tercatat delapan kecelakaan terjadi di Tol Palikanci akibat kendaraan bermuatan melebihi batas maksimal. "Ada delapan kejadian, kebanyakan akibat pelan. Dari delapan kejadian itu, satu orang meninggal dunia," kata Endang.



Simak juga video '6 Truk Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Cawang':

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)