"Pertanyaannya, saya tidak diberi ruang hak jawab dulu. Terus yang ke dua, emang se-urgent apa pernyataan saya di media, toh acaranya belum dilaksanakan," ujar Denden saat dihubungi detikcom, Rabu (2/1/2019).
Denden dipecat DPD Golkar Garut terkait pernyataannya di media massa beberapa waktu lalu, yang menyebut bahwa Denden akan mendeklarasikan dukungan masyarakat Limbangan untuk Prabowo Subianto-Sandi. Menanggapi hal tersebut, DPD Golkar Garut bereaksi dengan cara memecat Denden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denden siap menghadapi hukuman dari pengurus Golkar Garut. Dia pun tetap bersikeras mendukung Prabowo-Sandi. "Terkait pemecatan, saya sudah sangat siap," ucapnya.
"Saya memang sudah menyatakan sikap untuk mendukung Prabowo-Sandi," ujar Denden menambahkan.
Dia lalu mengungkapkan soal alasan mendukung Prabowo-Sandi. Padahal Golkar jelas-jelas sebagai partai koalisi pengusung Jokowi di Pilpres 2019.
"Ini jujur saya katakan, langkah saya untuk menyelamatkan Golkar di Limbangan," ucap Denden.
Denden mengaku mengetahui tipikal pemimpin yang diinginkan masyarakat Limbangan. Karena sebagai Ketua PK Golkar di Limbangan, dia setiap hari bertemu dengan masyarakat dan mendengar aspirasinya.
"Walaupun jabatan PK ini jabatan terbontot kedua setelah ranting, tapi kalau di struktural yang tahu akar rumput itu kami," katanya.
"Karena saya yang berhadapan langsung dengan akar rumput, bukan pak Ade Ginanjar (Ketua DPD Golkar Garut), bukan Deden Sopian. Apalagi pak Airlangga, pak Dedi Mulyadi," Denden menambahkan.
Meski menentang kebijakan Golkar berkaitan Pilpres 2019, Denden mengaku hanya menjalankan makna yang menjadi moto partai berlambang pohon beringin itu. "Moto Golkar kan jelas, suara Golkar adalah suara rakyat. Walau tidak ada dalam AD ART itu suatu kewajiban, cuman moto, tapi tidak ada salahnya saya menjalankan moto itu," tutur Denden menegaskan.
Simak juga video saat 'Agung Laksono: TGB jadi Sinyal Postif Buat Golkar':
(bbn/bbn)











































