detikNews
2018/12/31 12:23:02 WIB

Kaleidoskop 2018

Geger Teror 'Orang Gila' dan Penganiayaan Ulama di Jabar

Wisma Putra, Dony Indra Ramadhan, Syahdan Alamsyah - detikNews
Halaman 1 dari 3
Geger Teror Orang Gila dan Penganiayaan Ulama di Jabar Rekosntruksi kasus penganiayaan ustaz Prawoto. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Geger isu penyerangan ulama di Jabar membetot perhatian publik pada awal 2018. Tercatat ada dua kasus penganiayaan pemuka agama di wilayah hukum Polda Jabar. Pertama, kasus penganiayaan terhadap KH Umar Basri, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pelakunya bernama Asep yang dikabarkan sakit jiwa.

Beberapa hari berselang atau kejadian kedua yang berlangsung di Kota Bandung, Komandan Brigade PP Persatuan Islam (Persis) ustaz Prawoto dianiaya Asep Maftuh yang tak lain tetangganya sendiri. Prawoto meninggal dunia akibat insiden tersebut. Hasil pemeriksaan medis, pelaku mengidap gangguan mental. Namun di persidangan, Asep terbukti tidak gila.


Sejak dua peristiwa berdarah tersebut, mendadak marak di media sosial (medsos) yang mengabarkan 'orang gila' meneror ulama. Rentetan isu-isu penyerangan pada tempat-tempat ibadah dan tokoh agama makin liar. Bukan hanya di Jabar, isu teror 'orang gila' merembet ke sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Polda Jabar turun tangan menyelidiki. Hasilnya, dari 15 laporan yang diterima Polda Jabar, 13 di antaranya hoaks alias berita bohong. Hanya dua kasus yang benar terjadi yaitu penganiayaan terhadap Umar Basri dan Prawoto. Polda Jabar pun menangkap sejumlah orang yang menyebarkan hoaks penyerangan ulama.

Berikut catatan kasus penganiayaan dua tokoh agama tersebut.

1. Umar Basri Dianiaya di Dalam Masjid

Awal tahun 2018, warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat digegerkan dengan insiden penganiayaan ulama, KH Umar Basri (60), selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah. Umar dianiaya Asep Ukin (50) di dalam Masjid Al-Hidayah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu 27 Januari 2018. Peristiwa berdarah ini berlangsung usai Umar menunaikan shalat subuh. Waktu kejadian itu suasana masjid sepi karena para santri sudah kembali ke beraktivitas.


Saat itu, Kapolsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan dan INAFIS Polres Bandung menemukan sejumlah bercak darah berceceran di lantai, sajadah dan jendela masjid. Korban yang luka di wajah langsung diboyong ke RS Al Islam Bandung.

"Penganiayaan (dilakukan) di dalam masjid, yang mana (pelaku) ikut salat. Begitu selesai (salat), pelaku langsung memukul pak kiai (Umar)," kata Asep.

Polisi mendatangi tempat kejadian penganiayaan KH Umar Basri. Polisi mendatangi tempat kejadian penganiayaan KH Umar Basri. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Pada Minggu 28 Januari 2018, polisi menyampaikan bahwa pelaku bernama Asep Ukin sudah ditangkap. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menjelaskan penangkapan Asep berlangsung tak jauh dari lokasi penganiayaan atau berjarak dua kilometer dari tempat kejadian. Polisi meringkus Asep yang tengah berada di Musala Al Mufathalah Cicalengka.

Ketua PBNU Marsudi Syuhud mengapresiasi polisi yang berhasil mengungkap penganiaya Umar Basri. Marsudi mengimbau kepada umat Islam agar tidak terprovokasi. Dia mengingatkan untuk selalu waspada dan selalu berkoordinasi dengan kepolisian.


Wakapolri yang saat itu dijabat Komjen Syafruddin mengunjungi Umar Basri paad Rabu 21 Febuari 2018. Dia merespons positif jajaran Polda Jabar dan Polres Badung yang gerak cepat mengungkap kasus tersebut.

"Pengungkapannya cepat tidak kurang dari lima jam. Pencegahan perlu, serta kerja sama semua pihak," kata Syafrudin.

Umar Basri saat di rumah sakit.Umar Basri saat di rumah sakit. (Foto: istimewa/detikcom)
Pada Rabu 5 Juli 2018, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung menjatuhkan hukuman bagi Asep Ukin. Dalam amar putusannya, Asep terbukti bersalah. Majelis menetapkan agar terdakwa untuk menjalani perawatan di RS Jiwa Provinsi Jabar selama enam bulan.

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Al-Hidayah pada Minggu 12 Agustus 2018. Umar Basri tutup usia di Rumah Sakit AMC Cileunyi Bandung saat menjalani perawatan karena sakit selama empat hari.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com