Kaleidoskop 2018: Euforia Massa Rayakan OTT Bupati Cianjur

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 27 Des 2018 14:25 WIB
Warga Cianjur saat berkumpul merayakan OTT Bupati Irvan Rivano Muchtar. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Siang itu terik menyengat, namun tidak menyurutkan kedatangan ribuan warga ke Alun-alun Cianjur, Jumat (14/12). Massa tumpah ruah merayakan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar oleh KPK.

Kabar Penangkapan Bupati Irvan

Timeline media sosial warga Cianjur riuh usai mendapat informasi adanya OTT Bupati Cianjur Irvan. Mereka ramai-rama memposting terkait penangkapan tersebut. KPK merilis resmi penangkapan Irvan. Selain Irvan, terdapat sejumlah pejabat lain yang diduga terlibat.

"Iya, ada bupati dan sejumlah pejabat di Cianjur," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (12/12).

Kaleidoskop 2018: Euforia Massa Rayakan OTT Bupati CianjurIrvan Rivano Muchtar (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
KPK menyebut Irvan diduga menerima duit suap berkaitan dengan anggaran pendidikan. Duit suap untuk Irvan dikumpulkan dari kepala sekolah se-Kabupaten Cianjur.

"KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor ke bupati," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada wartawan, Rabu (12/12).

Duit yang disita KPK dari OTT itu sebesar Rp 1,5 miliar. Selain Irvan, KPK menyebut ada 5 orang lain yang ditangkap.

'Undangan' Syukuran dan Ngeliwet Tersebar di Medsos

Jumat (14/12/2018), ribuan warga dari berbagai penjuru mendatangi alun-alun 'Cianjur Jago' mereka datang setelah informasi ajakan syukuran dan ngeliwet 1000 kastrol tersebar di media sosial. Pemilik undangan, Ustad Umar Burhanuddin membenarkan hal itu.

"1,6 ton beras untuk ribuan warga Cianjur yang ingin merayakan keberanian KPK menangkap bupati, yang artinya rezim dinasti di Cianjur tamat. Selain beras, kami juga menyiapkan lauk pauknya, untuk lokasi sebenarnya masih pembahasan bisa di area Alun-alun atau dimana," ujar Umar.

Teriakan Hidup KPK Membahana

Euforia massa, Jumat (14/12/2018) siang, sejumlah polisi dan personel Satpol PP berjaga di area Pendopo. Massa tak terkendali. Bahkan mereka merusak kayu dan seng yang menjadi pembatas antara Alun-alun dan Pendopo.

"Hidup KPK!" teriak massa.

Kaleidoskop 2018: Euforia Massa Rayakan OTT Bupati CianjurFoto: Syahdan Alamsyah
Aparat keamanan berhasil menahan massa di area yang biasa digunakan untuk upacara pegawai Pemkab Cianjur. Di lokasi, Asep Toha dan sejumlah aktivis Cianjur berkumpul. Mereka mengaku tidak mengkoordinir aksi massa.

Menurutnya, kedatangan massa murni karena euforia mereka setelah Irvan kena OTT dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Mereka mendapat informasi Bupati IRM ditangkap KPK. Saya rasa ini adalah bagian euforia mereka saja, tidak ada yang mengkoordinir. Spontan begitu saja. Jadi saya rasa wajar mereka meluapkan kegembiraan dengan cara seperti ini," kata Asep di Pendopo Cianjur.

Angkot Gratis Rayakan OTT Bupati

Operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar disambut warga kabupaten itu dengan berkumpul di alun-alun. Bahkan, ada sopir angkot yang sampai menggratiskan tarif bagi warga.


Perihal sopir yang menggratiskan tarif itu disampaikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif melalui akun Twitter resminya @LaodeMSyarif. Berikut isinya:

APRESIASI SUPIR KENDARAAN UMUM CIANJUR seperti ini yang MEMBUAT @KPK_RI selalu bekerja keras memburu koruptor karena RAKYAT SUDAH SANGAT TERTINDAS OLEH PERILAKU POLITISI/PEJABAT KORUP. MOHON DUKUNGAN Wakil Rakyat @DPR_RI Presiden @jokowi dan WAPRES @wapres_ri bapak @Pak_JK

Warga Minta Ganti Slogan Cianjur Jago

Usai operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM) oleh KPK, muncul desakan dari warga soal penggantian slogan 'Cianjur Jago'. Sebab slogan dan logo tersebut identik dengan kepemimpinan Irvan.

Kaleidoskop 2018: Euforia Massa Rayakan OTT Bupati CianjurFoto: Dok.Humas Pemkab Cianjur
Merespons hal itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku banyak mendapat saran dan masukan hasil rembug bersama masyarakat. Rencananya dia menghilangkan slogan dan logo tersebut. Namun dia meminta keputusan itu tidak lantas dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi di Cianjur.

"Ini kan merupakan jawaban, branding-branding Jago keinginan di masyarakat mungkin ke depan akan kembali mengedepankan istilah Cianjur Sugih Mukti. Branding (menggunakan kata: Jago) tidak dimunculkan. Jangan dikaitkan dengan identik atau tidaknya, ini hasil rembugan sebaiknya bagaimana, karena di luar dipermasalahkan," kata Herman kepada detikcom via telepon, Minggu (16/12)


Saksikan juga video 'Warga Cianjur Tumpah Ruah di Alun-alun Rayakan OTT Bupati':

[Gambas:Video 20detik]

(sya/bbn)