detikNews
Minggu 23 Desember 2018, 20:37 WIB

Kawanan Geng Motor Rusak Lapak Pakan Ikan di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kawanan Geng Motor Rusak Lapak Pakan Ikan di Sukabumi Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengumpulkan kawanan pemuda diduga geng motor perusak lapak pakan ikan. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Anggota patroli Polres Sukabumi Kota membekuk kawanan geng motor yang diduga terlibat perusakan lapak penjual pakan ikan di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018), sekitar pukul 17.00 WIB. Aksi dramatis sempat terjadi, petugas sempat terlibat kejar-kejaran dengan para pelaku sampai akhirnya berhasil ditangkap di sekitar kompleks perkantoran Setda Kota Sukabumi.

"Begitu mendapat informasi ada perusakan, personel patroli terdekat langsung menuju TKP. Diketahui mereka baru saja membuat onar di wilayah Kecamatan Citamiang. Saat melihat kedatangan petugas, mereka langsung tancap gas dan kabur," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo kepada detikcom di Mapolresta Sukabumi.

Sekitar 15 menit petugas mengejar gerombolan tersebut. Melalui kontak radio koordinasi, polisi menyekat titik-titik yang diprediksi akan dilintasi kawanan geng motor.

Tepat saat melintas di depan Setda Pemkot Sukabumi upaya pelarian pelaku terhenti. Sejumlah polisi bersenjata lengkap menghentikan laju kendaraan para pemuda bermotor itu.

"Kita langsung geledah, lalu mereka kita bawa ke Mapolresta Sukabumi untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

"Pemilik lapak pakan ikan yang menjadi korban perusakan anggota geng motor tersebut saat ini masih kita mintai keterangan," Susatyo menambahkan.

Dia menegaskan menjelang Natal dan tahun baru pihaknya upayakan meminimalisir gangguan-gangguan Kamtibmas. "Jadi anggota sudah ready di setiap titik-titik rawan. Begitu ada laporan masyarakat wajib bagi anggota yang berjaga untuk melakukan tindak lanjut," kata Susatyo.

Kasat Sabhara Polres Sukabumi Kota AKP Dedi Suryadi menyebut ada tiga orang anggota geng motor yang diamankan anggotanya. "Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan Satreskrim dan Satnarkoba untuk mengecek apakah mereka menggunakan obat-obatan terlarang atau tidak," tutur Dedi.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed