20 Anak Bandung Keracunan Usai Santap Cilung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 17 Des 2018 13:25 WIB
Salah satu anak yang diduga keracunan jajanan cilung di Bandung. (Foto: dok. Polsek Astana Anyar)
Bandung - Sebanyak 20 orang anak mengalami keracunan jajanan aci gulung (cilung). Mereka terpaksa diboyong ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Peristiwa keracunan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Siti Munigar, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Minggu (16/12) malam. Sejumlah anak diduga keracunan usai membeli jajanan cilung.

"Iya, kurang lebih ada 20 orang anak yang mengalami keracunan," ucap Kapolsek Astana Anyar Kompol Eko Listiono kepada detikcom, Senin (17/12/2018).

Peristiwa berawal saat penjual cilung berinisial OS (58) menjajakan dagangannya kemarin sore. OS yang biasanya menjual makanan di sekolah, pada akhir pekan berkeliling membawa gerobaknya.

Di kawasan Siti Munigar, sejumlah anak membeli jajanan yang dijual OS. Namun beberapa jam kemudian, anak-anak yang membeli jajanan tersebut merasakan efek sakit.

"Efeknya itu pusing lalu mual-mual. Beberapa orang juga sempat muntah," kata Eko.

Para korban lalu dibawa ke rumah sakit khusus ibu dan anak (RSKIA) Astana Anyar dan rumah sakit Sartika Asih. Mereka terpaksa mendapatkan perawatan tim medis.

Sementara OS dibawa ke Polsek Astana Anyar untuk dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan, OS membeberkan bahan-bahan jajanannya itu.

Kepada polisi, OS mengaku menggunakan bahan aci dicampur susu cair dan telor. Bahan-bahan tersebut dicampur dan digoreng.

"Saya tanya kenapa bisa sampai keracunan, dia bilang jualan dari jam 7 pagi, kemungkinan susunya basi karena dia sempat mencari es balok tapi enggak ketemu," kata Eko.

Menurut Eko, OS sudah lama berjualan cilung tersebut. Namun, baru kali ini ada pembeli yang keracunan atas makanan yang dia jual. OS saat ini masih dalam pemeriksaan polisi. Sementara sejumlah anak yang dibawa ke rumah sakit, sudah berangsur pulang ke rumah masing-masing.

"Info terakhir tadi pagi yang di Sartika Asih tinggal 1 orang, namun anaknya sadar," katanya. (dir/bbn)