detikNews
Selasa 11 Desember 2018, 15:30 WIB

Kenapa Egianus Kogoya Pimpinan KKB Papua 'Licin' Ditangkap?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kenapa Egianus Kogoya Pimpinan KKB Papua Licin Ditangkap? Foto: Egianus Kogoya. (Dokumen Mabes Polri yang diterima detikcom)
Bandung Barat - Egianus Kogoya pimpinan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang pekerja Trans Papua kerap berulah sejak lama. Kenapa Egianus 'licin' dari tangkapan aparat?


Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) AM Hendropriyono mengungkapkan soal Egianus dan kelompoknya sulit ditangkap. Padahal KKB tersebut hanya puluhan orang.

"Memang betul, tidak lebih dari 50 orang (jumlah anggotanya). Tapi dia sudah menggunakan potensi diplomasi politik di luar negeri," ucap Hendropriyono saat ditemui di Sespim Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018).

"Dia (Egianus) buka perwakilan di luar negeri seperti di Inggris, Belanda dan terutama pasifik selatan seperti negara Vanuatu, itu mereka tidak tahu dikiranya sejarahnya dia dijajah oleh Indonesia. Itu kan penyesatan. Bahwa Irian itu sejak 1962 sudah ditinggal oleh Belanda, sekarang setelah membangun (Irian) tidak masuk akal alasannya," tuturnya menambahkan.

Menurut Hendropriyono, Egianus sempalan dari Kelly Kwalik yang merupakan pemimpin separatis senior Organisasi Papua Merdeka. Egianus membuat kelompok sendiri sepeninggal Kelly.

"Kita kesulitannya hanya masalah internasional," katanya.

Egianus beberapa kali melakoni tindakan kriminal di Papua. Catatan polisi antara lain Egianus Cs menyandera 16 guru dan tenaga medis yang bertugas di Mapenduma, Nduga, Papua.

Hendropriyono memandang perlu peran bersama antara TNI-Polri dan masyarakat Indonesia, khususnya di Papua, guna menangkap Egianus dan kelompoknya. "Semua rakyat juga dan ini perlawanan harus semesta, karena teroris membunuh rakyat. Kalau kita tidak melawan, kalau rakyat tidak melawan, rakyat Irian tidak melawan, akan terus jadi sasaran mereka, di-bully, dibunuh, disiksa dan ini tidak benar. Ini biadab," ucap Hendropriyono.


Dia menyebut KKB pimpinan Egianus dikategorikan sebagai kelompok teroris. Sebab, mereka telah menghabisi nyawa para pekerja Trans Papua yang tidak berdosa. Menurutnya, kelompok tersebut bukan lagi menjadi musuh bangsa, tetapi perlu menjadi musuh dunia.

"Kita ini mengejar teroris, bukan orang-orang yang mempunyai keinginan politik sembarangan," ujarnya.

Apakah dengan ditangkapnya Egianus masalah KKB di Papua selesai? "Saya kira akan selalu muncul di mana-mana jika rakyat diam saja. Tapi rakyat Irian, saya yakin, saya sudah ke pelosok-pelosok, mereka sangat senang apalagi dengan pembangunan infrastruktur. Mereka terharu. Masa katanya si Egianus ini bilang infrastruktur bentuk penjajahan, ini kan orang gila. Sudah jelas itu petualang," tutur Hendropriyono.


Saksikan juga video 'KKB Bunuh 31 Pekerja Proyek Jembatan Trans Papua':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com