Sensen Komara, Warga Garut yang Dianggap Rasul dan Presiden NII

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 04 Des 2018 13:11 WIB
Isi surat satu keluarga di Garut yang mengakui Sensen Komara sebagai Rasul Allah. (Foto: ist.)
Garut - Sensen Komara yang mengaku rasul dan presiden Negara Islam Indonesia (NII) menyita perhatian warga Kabupaten Garut, Jawa Barat. Terbaru, satu keluarga asal Kecamatan Caringin Garut menulis surat yang isinya mengaku pengikut setia Sensen.

Dalam suratnya, seorang pria yang mengaku bernama Hamdani menyerukan bahwa ia dan keluarganya merupakan pengikut Sensen. Ia juga mengakui Sensen sebagai 'Rasul Allah'.

"ASHADU ANLA ILAHA ILLALOH WA ASHADU ANNA BAPAK Drs. SENSEN KOMARA BIN BAPAK BAKAR MISBAH BIN BAPAK KH. MUGNI ROSULALLOH," begitu isi surat yang dibuat Hamdani pada Minggu 25 November 2018. Surat tersebut beredar luas.


Pengakuan Sensen sebagai nabi dan presiden NII tak kali ini saja terjadi. Maret 2017, warga Garut juga dihebohkan dengan surat yang persis dengan surat pengakuan yang kali ini beredar.

Saat itu, Wawan Setiawan, seorang pria asal Pakenjeng Garut, membuat geger lantaran ia mengirim surat pengakuan ke kantor Desa Tegalgede, Pakenjeng. Dalam suratnya, Wawan mengaku sebagai Jenderal dan Panglima Angkatan Darat NII. Ia juga mengaku mempraktikkan solat menghadap timur.


Sensen Komara, Warga Garut yang Dianggap Rasul dan Presiden NIISensen Komara saat menjalani sidang di PN Garut pada 13 Maret 2012. (Foto: dok.detikcom)
Siapa Sensen Komara? Berdasarkan penelusuran detikcom, Sensen warga Garut yang pernah berurusan dengan polisi. Ia pernah menjadi terdakwa dalam kasus makar dan penistaan agama.

Kasus itu bermula pada 2011 silam. Pada 7 Agustus kala itu, Sensen bersama sejumlah pengikutnya memperingati hari kelahiran Negara Islam Indonesia di kediamannya di kawasan Babakan Cipari, Pangatikan, Kabupaten Garut.

Aksi itu membuat heboh warga Garut. Polisi turun tangan dan menangkap Sensen. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Sensen kemudian disidang. Lalu pada Juli 2012, Pengadilan Negeri Garut menjatuhkan vonis terhadap Sensen.


Sensen terbukti bersalah melakukan makar dan penistaan agama. Namun majelis hakim menilai, perbuatan yang dilakukan Sensen kala itu tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum lantaran Sensen telah terbukti mengalami gangguan jiwa.

Akhirnya, saat itu majelis hakim memvonis Sensen untuk menjalani pengobatan jiwa di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Terlepas benar atau tidaknya Sensen mengalami gangguan jiwa, pengikut Sensen berjumlah ribuan orang. Hal itu sempat dibenarkan oleh salah seorang pengikut Sensen bernama Iwan (54).

"Jumlahnya 2.002 orang di Garut. Selain di Garut, banyak juga yang di Jakarta, Indramayu dan Semarang," ujar Iwan saat diwawancarai detikcom di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Karangpawitan, Selasa 4 April 2017. (bbn/bbn)