Musim Hujan, Bupati Ciamis Tetapkan Waspada Bencana

Musim Hujan, Bupati Ciamis Tetapkan Waspada Bencana

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 29 Nov 2018 13:45 WIB
Musim Hujan, Bupati Ciamis Tetapkan Waspada Bencana
Foto: Dokumen BPBD Ciamis
Ciamis - Tingginya curah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis menimbulkan bencana longsor di beberapa titik. Bupati Ciamis Iing Syam Arifin menyatakan Ciamis saat ini dalam kondisi waspada bencana longsor.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Ciamis, dalam beberapa terakhir ini bencana longsor melanda beberapa titik di 5 Kecamatan. Panumbangan, Nasol Cikoneng, Sindangkasih, Sadananya dan Tambaksari. Akibat longsor itu belasan rumah terancam dan 5 rumah rusak tertimpa material longsor.

Bahkan BPBD Ciamis menyebut pada musim hujan sekarang, sebanyak 25 dari 27 Kecamatan rawan pergerakan tanah. Perkiraan tersebut berdasarkan perkiraaan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (PVMBG).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini posisinya waspada bencana, artinya sikap kehati-hatian dan waspada semua komponen masyakat. Dengan kewaspadaan tinggi tentunya dapat mengantisipasi dan mengurangi kerugian," ujar Bupati Ciamis Iing Syam Arifin Kamis (29/11/2018).

Pemkab Ciamis juga telah menyiapkan anggaran untuk penanganan bencana, namun tidak menyebut nominalnya.

"Anggaran penanganan bencana tidak ada masalah. Apabila BPBD kehabisan anggaran, akan disiapkan dari dana darurat. Akan tetapi harapan kami lebih baik tidak dipakai, artinya memang benar tidak ada bencana," terang Iing.

Iing menjelaskan potensi ancaman longsor terdapat di wilayah Ciamis utara dan barat, yakni Sukamantri, Cikoneng, Panumbangan, Panawangan, Sadananya dan Tambaksari.

Selain longsor, Ciamis juga rawan bencana banjir di wilayah selatan, seperti Kecamatan Banjarsari, Purwadadi dan Lakbok. Termasuk sebagian wilayah utara di Kecamatan Panumbangan.

"Kami selalu mengingatkan warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terutama yang tinggal di kaki bukit yang rawan longsor. Gotong royong digiatkan, termasuk ronda, supaya bisa segera lakukan antisipasi dan penanganan, minimal melapor ke instansi terkait," pungkasnya.


(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads