Berdasarkan data dari Pusdalop BPBD Kabupaten Ciamis longsor tebing setinggi 15 meter terjadi di Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan. Longsor menimpa satu rumah dan mengancam tujuh rumah lainnya di sekitaran tebing.
Di Kecamatan Cikoneng, longsor tebing tanah terjadi di sembilan titik meliputi Dusun Cikuda, Dusun Babakan, Dusun Sigung 2 dan Dusun Palasari. Sebanyak tiga rumah terdampak dan lima rumah terancam. Longsoran tebing tanah tersebut juga menimbun saluran irigasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Curah hujan cukup tinggi, kemarin ada bencana longsor yang terjadi di beberapa titik, tersebar di empat kecamatan," ujar Kabid Darurat dan Logistik BPBD Ciamis Ani Supiani Selasa (27/11/2018).
Sejumlah rumah warga di bawah tebing yang terancam longsor. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom) |
Warga yang rumahnya berada dekat dengan tebing sigap mengantisipasi dan waspada saat hujan deras. Mereka memilih untuk mengosongkan rumah karena potensi longsor sudah terlihat.
"Potensi longsor di Ciamis cukup tinggi, banyak permukiman warga yang dibangun di lereng tebing. Seperti di wilayah utara Ciamis, jadi kami imbau warga untuk tetap waspada. Kosongkan rumah ketika kondisi cuaca hujan tinggi, itu untuk mengurangi resiko menimbulkan korban," tutur Ani.
Tebing longsor di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom) |
Kepala Dusun Tonggoh Kuswara mengatakan longsor tebing setinggi 20 meter menimbun kolam warga dan saluran irigasi. Sedikitnya satu kuintal ikan milik warga dipastikan mati. Selain itu area persawahan yang mulai berbuah ikut tertimbun.
"Kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Saat ini warga dari Desa Sadananya dan Desa lain ikut gotong royong membersihkan longsor. Karena saluran air sangat dibutuhkan," ucap Kuswara. (bbn/bbn)












































Sejumlah rumah warga di bawah tebing yang terancam longsor. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Tebing longsor di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)