detikNews
Senin 26 November 2018, 18:10 WIB

Tol Air Pagarsih Dituding Picu Banjir di Astanaanyar Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Tol Air Pagarsih Dituding Picu Banjir di Astanaanyar Bandung Warga Astanaanyar membersihkan area rumahnya akibat banjir. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Ratusan rumah di Jalan Astanaanyar, Gang Tresnaasih RW 7, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, terendam banjir. Warga menyebut banjir itu terjadi semenjak ada tol air Pagarsih.

Salah seorang warga, Cita (59), mengaku banjir bukan hal baru baru baginya yang telah tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 80-an. Hanya saja, banjir pada tahun ini selalu besar dan cepat.

"Biasanya air naik sedikit-sedikit. Tapi semenjak ada tol air Pagarsih, sudah tiga kali banjir besar dan cepat," ujar Cita, Senin (26/11/2018).

Menurut Cita, biasanya banjir paling tinggi hanya sekaki atau sekitar 30-50 cm. Tapi, kini banjir semakin tinggi sekitar 175 cm, bahkan beberapa rumah terendam hingga lantai dua.


Ketua RW 7 Sutarsa membenarkan apa yang diungkapkan oleh warganya. Menurutnya semenjak ada tol air Sungai Citepus di Jalan Pagarsih kerap terjadi banjir di RW 7.

"Bahkan yang beberapa bulan lalu musala sama rumah warga sampai ambrol. Dulu enggak segini, paling sekaki atau sebetis," ucapnya.

Sutarsa mengakui jika wilayahnya kerap terjadi banjir. Bahkan ia menyebut banjir adalah salah satu rutinitas setiap hujan besar terutama jika terjadi di wilayah Bandung utara.

Tapi semenjak ada tol air, banjir semakin cepat datang dengan ketinggian hampir tiga kali dari biasanya. "Kita sudah usulkan supaya diperlebar sungainya. Kita sudah minta solusi," ujar Sutarsa.

Sekadar diketahui, tol air Pagarsih di aliran Sungai Citepus dibuat dan diresmikan oleh Ridwan Kamil yang saat itu menjabat wali kota Bandung. Pria yang karib disapa Emil itu mengklaim tol air mampu membereskan masalah banjir di Jalan Pagarsih.

Setelah diresmikan, banjir di Jalan Pagarsih tak separah sebelum dibangun tol air. Namun titik banjir pindah ke pemukiman warga di RW 7 yang terdapat aliran Sungai Citepus.
(tro/bbn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com