Hal itu ditegaskan guru honorer asal Banjarnegara, Jawa Tengah tersebut di sela-sela acara sebuah dialog pertemuan antar anggota FHK2I yang dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali di kawasan Kota Bukit Indah, Plaza Hotel, Purwakarta, Jum'at (23/11/2018).
"Sampai hari ini kami tidak pernah mendeklarasikan dukungan untuk calon manapun. Apalagi mendukung pasangan capres-cawapres no urut 02. Kalau ada desas desus di luar, saya pastikan itu bersifat personal bukan organisasi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Titi, saat ini institusinya sedang fokus memperjuangkan nasib tenaga honorer di Indonesia. Tujuannya, agar mereka diangkat menjadi PNS tanpa memandang usia. Menurutnya, tidak ada waktu untuk melibatkan kekuatan politik manapun.
"Kami masih loyal terhadap pemerintah. Buktinya, kami tidak meninggalkan pekerjaan kami sehari-hari. Ada tenaga pegawai, ada guru dan yang lain. Semua masih fokus bekerja," ujarnya.
Masa kerja para tenaga honorer tersebut terbilang cukup panjang yakni antara 15 sampai 25 tahun. Sayangnya, pengabdian ikhlas mereka itu tidak berbanding lurus dengan perhatian dari pemerintah. Karena itu menurut Titi, dia bersama kawan sejawatnya meminta keadilan.
"Tentunya harus ada solusi untuk kami. Masa kerja yang kami jalani sudah sangat lama tetapi belum juga diangkat menjadi PNS. Saya dan teman-teman berharap perjuangan kami bisa tercapai di era Pak Jokowi," katanya.
Simak video 'Prabowo Bantah Bakal Menaikkan Gaji Guru Rp 20 Juta':











































