DetikNews
Kamis 22 November 2018, 15:20 WIB

5 Puskesmas di Bandung Layani Konsultasi Berhenti Merokok

Tri Ispranoto - detikNews
5 Puskesmas di Bandung Layani Konsultasi Berhenti Merokok Ilustrasi. (Foto: Mindra)
Bandung - Warga yang ingin berhenti merokok kini bisa berkonsultasi ke lima Puskesmas di Kota Bandung. Selain di Puskesmas, Mobil Konseling Silih Asih (Kekasih) Juara juga melayani hal yang sama.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita di acara Bandung Menjawab, Taman Sejarah, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (22/11/2018). "Sekarang ada lima Puskesmas yang bisa melayani. Seingat saya di Puskesmas Puter, Ibrahim Adjie dan Kopo," ujar Rita.

Menurut Rita, lima Puskesmas dan Mobil Kekasih Juara terdapat tenaga ahli yang bisa membantu seseorang agar berhenti merokok. Salah satu caranya dengan mengalihkan pikiran ingin merokok ke hal lain.

"Kita ada konselor dan psikolog khususnya. Tapi tetap saja, itu harus ada dorongan niat yang kuat dari yang mau berhenti merokok," katanya.

5 Puskesmas di Bandung Layani Konsultasi Berhenti MerokokKepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita (kanan) saat menyampaikan informasi puskesmas yang melayani konsultasi berhenti merokok. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Untuk jadwal konseling di Puskesmas bisa dilakukan hampir setiap hari kerja. Sementara untuk Mobil Kekasih Juara setiap Hari Minggu dua minggu sekali di Taman Cikapayang dan Taman Dewi Sartika mulai pukul 7.00-9.00 WIB.

"Kalau di Puskesmas cukup pakai BPJS, kalau tidak punya hanya bayar karcis saja. Untuk Mobil Kekasih itu gratis konseling," ucapnya.

Ke depan, Rita melanjutkan, pihaknya akan mencoba memperbantukan tenaga ahli lain seperti hipnoterapi untuk membantu warga yang ingin berhenti merokok. "Tapi tetap, intinya harus ada niat yang kuat dulu untuk berhenti merokok," ujar Rita.

Dia menjelaskan hal tersebut tak lepas dari peran pemerintah dalam mengurangi dampak rokok terutama di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sebab sejak beberapa tahun lalu pemerintah sudah gencar melakukan edukasi terkait KTR.

Saat ini sudah ada 1.033 titik pantau KTR. Rencananya pada akhir November 2018 dan awal Januari 2019 nanti titik pantau KTR akan terus ditambah hingga mencapai target 1.700 titik.

"Kita tidak hentinya edukasi masyarakat bahwa merokok itu bahaya. Bukan hanya bahaya untuk sendiri, tapi juga orang lain," tutur Rita.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed