Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah bertemu dengan petinggi sejumlah BUMN ang memiliki kantor pusat di Jabar. Hasil pertemuan tersebut semua sepakat untuk membentuk Forum BUMN Jawa Barat.
"Secara resmi kita mendirikan Forum BUMN Jabar hasil lobi saya ke Ibu Menteri BUMN (Rini Soemarno), agar semua BUMN yang kantor pusat di Jabar dan BUMN yang punya proyek di Jabar bersatu di forum ini," kata pria yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (21/11/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keuntungannya mereka tidak membelanjakan CSR sendiri-sendiri. Tapi ngobrol dulu dengan forum. Supaya jangan asal habis anggaran tapi tidak efektif. Justru Jabar punya problem apa bisa dibantu forum itu," tuturnya.
Contohnya saja, perbaikan jembatan rawayan atau jembatan gantung yang ada di desa-desa. Selama ini dia mengaku, tidak tahu ada BUMN yang juga fokus untuk membantu perbaikan jembatan sebagai program CSR-nya.
"Ternyata Telkom punya anggaran untuk perbaikan jembatan putus. Kita enggak tahu karena tidak bertemu. Akhirnya tolong sampaikan ke media kalau ada desa-desa yang jembatan manusia itu putus, bisa dibantu," ucap Emil.
Menurutnya itu baru satu contoh kecil yang bisa dimanfaatkan dengan adanya forum ini. Dia yakin dengan adanya forum ini pembangunan Jabar ke depan bisa lebih cepat tanpa selalu mengandalkan APBD.
"Kalau kita kompak, insyaallah Jabar bisa berhasil. Inilah teori tidak harus dengan APBD. Ini yang akan kita lakukan. Kita masuk ke era birokrasi dinamis. Tujuan tercapai enggak perlu birokrasi yang (selalu) melakukan," ujar Emil.
Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Famasi Wahyu Kuncoro menyambut baik pembentukan Forum BUMN. Selama ini berbagai program CSR yang sudah berjalan diharapkan dapat lebih maksimal dalam mendukung program pembangunan yang digulirkan Pemprov Jabar.
"Selama ini sudah berjalan, tapi sekarang di-organize oleh Pak Gubernur supaya lebih terarah. Program-program BUMN bisa sejalan dengan program Pak Gubernur," ucapnya.
Pihaknya menyatakan siap membantu program pembangunan di Jabar. "Saya pikir luar biasa, kita support. Untuk angka (anggaran) masih belum (dirumuskan) karena baru masalah teknis pembentukan (forum). Nanti kita follow up lagi supaya bisa in line dengan (program Pemprov Jabar)," ujar Wahyu. (mso/bbn)











































