DetikNews
Minggu 18 November 2018, 14:35 WIB

Ridwan Kamil Perintahkan Tanah Tak Berfungsi Ditanami Pohon Bambu

Tri Ispranoto - detikNews
Ridwan Kamil Perintahkan Tanah Tak Berfungsi Ditanami Pohon Bambu Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menginstruksikan pada jajarannya untuk menanam pohon bambu di setiap lahan Pemprov Jabar yang tidak memiliki fungsi sosial. Hal itu dilakukan untuk mendukung kelestarian alat musik angklung.

Seperti diketahui angklung merupakan alat musik berbahan bambu asal Jabar. Alat musik ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Sayangnya kebutuhan bambu untuk angklung cukup sulit. Sebab tidak semua bambu bisa menjadi bahan baku.

"Nanti saya perintahkan tanah-tanah di Jabar yang tidak ada fungsi sosial ditanami bambu saja. Bambunya yang bisa dipanen untuk kelestarian budaya. Karena tidak semua jenis bambu bisa jadi instrumen musik," ujar Ridwan usai acara Hari Angklung di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (18/11/2018).

Selain itu pria yang karib disapa Emil ini mengaku sudah melakukan lobi ke Kemenlu dan Wapres agar setiap kedutaan besar Indonesia di dunia memiliki alat musik angklung. Sebab sepengalamannya angklung merupakan alat diplomasi yang paling mudah, unik dan bisa menyatu dengan lagu dari seluruh belahan dunia.

Ke depan, kata Emil, ia juga akan mengembangkan pusat kebudayaan agar alat musik angklung bisa lestari seperti di Saung Angklung Udjo yang berada di Kota Bandung.

"Pusat-pusat budaya kita kembangkan sehingga tidak hanya Saung Angklung Udjo, tapi di tempat lain juga ada. Sehingga sesuai dengan visi misi provinsi pariwisata, maka budaya Sunda ini lestari selamanya," katanya.

Ridwan Kamil Perintahkan Tanah Tak Berfungsi Ditanami Pohon BambuFoto: Tri Ispranoto


Pemecahan Rekor

Dalam acara Hari Angklung yang digelar Minggu pagi itu berhasil memecahkan rekor dari Record Holder Republic kategori 170 grup angklung bermain serentak selama 30 menit.

"Bagi kita bukan soal pecah rekor dunianya, tapi kita sudah bertekad bahwa angklung ini harus mendunia," ujar Emil.

Selama acara pemecahan rekor tersebut 170 grup yang terdiri dari TK/Paud, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan Perti/Umum ini kompak bermain angklung dengan membawakan lagu daerah seperti Alusi Au, Sabilulungan dan Yamko Rambe Yamko.

Tidak hanya membawakan lagu daerah, para peserta kompak memainkan sejumlah lagu khas luar negeri seperti Australia dan Brazil. Bahkan di akhir mereka membawakan lagu Heal The World yang dipopulerkan oleh Michael Jackson.


(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed