DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 14:32 WIB

Hadapi Bonus Demografi, BKKBN Rangsang Milenial Berkarya

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Hadapi Bonus Demografi, BKKBN Rangsang Milenial Berkarya Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung - Guna menghadapi bonus demografi tahun 2020, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) membentuk kaum milenial kreatif. Pasalnya, daya saing di antara umur produktif nantinya akan meningkat.

Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo mengatakan kondisi kependudukan Indonesia 20 sampai 30 tahun sebelumnya berbentuk piramida.

"Artinya angka kelahiran kita besar. Penduduk anak-anak dan balita banyak. Tapi pada saat ini dengan program Keluarga Berencana (KB) angka kelahiran kita tekan, kalau dulu banyak anak, nikah dini, lahir dini kualitas kita dengan program-program itu sudah bisa berhasil menekan. Sekarang bentuknya granat, besarnya di tengah, itulah ciri-ciri bonus demografi," kata Sigit dalam acara temu komunitas sineas dan fotografer di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu (17/11/2018).

Bonus demografi besar di tengah tersebut artinya penduduk lebih banyak pada usia produktif. Saat ini, jumlah usia produktif di angka 56 mendekati 60 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, kata dia, masih ada persoalan tentang pekerjaan. Menurutnya masih ada beberapa persen orang di usia produktif yang belum bekerja.

"Bonus demografi artinya kalau ada 100 orang usia produktif, ada 44 orang yang harus ditanggungnya karena bisa dikatakan belum produktif. Jadi yang 100 orang bekerja, menanggung 44 orang," ucapnya.

Guna meningkatkan daya saing di usia produktif, BKKBN memiliki cara. Salah satunya meningkatkan kreatifitas kaum milenial yang termasuk di usia produktif.

Untuk hal ini, BKKBN merangsang dengan mengajak komunitas sineas dan fotografer di Bandung membuat sebuah karya. Karya yang dapat dihasilkan tersebut dalam bentuk gambar atau film. Kontennya yaitu isu mengenai bonus demografi yang dihadapi oleh Indonesia.

"Secara otomatis semacam di kompetisikan, mereka bisa menyampaikan kreasi mereka. Mereka ini bukan masyarakat umum biasa. Apa yang mereka sampaikan sejauh mana bisa ditangkap soal kependudikan keluarga berncana dan lainnya. Dengan kreatif mereka bisa menghasilkan yang berdampak luas," katanya.

Dia berharap dengan karya yang dihasilkan para generasi muda ini, bisa memberi pesan kepada masyarakat luas terkait kependudukan nasional.

"Bisa sampai kepada masyarakat tentang kependudukan dan pembangunan keluarga berencana salah satu komunitas ini pelaku dalam konteks komunikasi. Kita ingin menyampaikan apa sebetulnya kebutuhan kami dan teknik yang diharapkan bisa disampaikan kepada masyarakat," ucap Sigit.
(dir/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed