DetikNews
Jumat 09 November 2018, 20:36 WIB

Ahli Waris Korban Tewas Bencana Tasikmalaya Dapat Santunan

Deden Rahadian, Dadang Hermansyah - detikNews
Ahli Waris Korban Tewas Bencana Tasikmalaya Dapat Santunan Foto: Dadang Hermansyah
Tasikmalaya - Ahli waris enam korban tewas bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mendapat santuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Santunan tersebut diberikan langsung oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Posko Bojongsari, Kecamatan Culamega, Jumat sore (9/11/2018).

Pemerintah memberlakukan masa tanggap darurat bencana selama 12 hari. Difokuskan untuk evakuasi material longsor membuka akses desa terisolir, pemulihan korban bencana dan distribusi logistik.

Kemensos menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana di Tasikmalaya senilai hampir Rp 1 miliar. Sedangkan santunan untuk ahli waris enam korban tewas masing-masing mendapat Rp 15 juta.

Isak tangis mewarnai proses pemberian santunan yang disaksikan puluhan korban banjir bandang dan longsor. Keluarga korban tidak menyangka bencana yang terjadi pada selasa lalu merenggut anggota keluarganya.

"Total bantuan sekitar Rp 962.500.000 itu terdiri bantuan logistik dan bantuan santuan ahli waris," ujar Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat kepada wartawan usai memberi santunan.

Harry menerangkan dalam klaster penanganagan bencana fokus kepada tanggap darurat, kementerian lain dalam hal rehabilitasi dan rekontruksi.

"Kita pastikan korban terdampak tinggal dimana, ternyata ada 900 korban yang ngungsi dan sebagian ada mengungsi di daerah terbuka," terangnya.

Kemensos menyalurkan tenda gulung sebanyak 650 unit. Dapur umum lapangan didirikan sehingga setiap hari sediakan makanan siap saji hingga 1.200 porsi. Paling tidak beberapa hari kedepan makanan tersedia untuk korban.

Sementara itu, kondisi di lokasi bencana hingga Jumat sore ini, material longsor di 8 titik Jalan Cintabodas menuju Kecamatan Culamega berhasil disingkirkan. Namun masih banyak titik longsor menutup jalan, membuat warga terisolir karena tidak adanya akses jalan.

"Kami terjunkan ratusan personel polisi untuk evakuasi longsor yang menimbun jalan. Mereka menembus ke lokasi terpencil Desa Cikuya untuk membuka jalan," ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed