DetikNews
Jumat 09 November 2018, 12:56 WIB

Lakoni Prostitusi Online, 3 Wanita Bandung Didenda Rp 750 Ribu

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Lakoni Prostitusi Online, 3 Wanita Bandung Didenda Rp 750 Ribu Ilustrasi prostitusi online. (Foto: Edi Wahyono)
Bandung - Tiga wanita muda kedapatan oleh Satpol PP melakoni prostitusi online. Ketiga dara beserta 2 orang muncikari ditindak dengan hukuman denda Rp 750 ribu.

Denda tersebut diberikan hakim saat sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (9/11/2018).

Ketiga wanita yang dihadapkan di meja hijau yaitu M (22), L (23) dan Y (20). Selain mereka, hakim juga memberi denda yang sama kepada dua orang muncikari mereka.

"Tadi hasil persidangan hakim sudah memutuskan bahwa seluruh terdakwa (masing-masing) didenda 750 ribu (rupiah) atau kurungan selama tujuh hari. Mereka dikenakan Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang K3 (Ketertiban,Kebersihan,Keindahan)," ucap Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada usai persidangan.


Kita temukan ada bukti transaksi melalui WhatsApp dan WeChat. Setelah kita dalami dan mereka mengakui.Petugas Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada


Terungkapnya praktik esek-esek tersebut berawal dari penggerebekan oleh petugas Satpol PP Kota Bandung pada Kamis (8/11) malam. Saat itu, petugas menerima pengaduan masyarakat tentang adanya indekos di kawasan Cidurian Utara yang kerap didatangi orang asing.

"Setelah kita menerima pengaduan itu, kita datangi kemarin dan memang di dalam satu kamar ada sepuluh orang yang terdiri empat laki-laki dan enam perempuan. Pengakuan mereka mau merayakan ulang tahun temannya," kata Mujahid.

Petugas yang curiga lantas membawa 10 orang tersebut ke kantor Satpol PP Bandung. Petugas lantas memeriksa ponsel ketiga perempuan dan dua muncikari. Hasil pemeriksaan didapati adanya percakapan transaksi esek-esek. Sementara pengecekan terhadap 5 orang lainnya tidak terbukti ada pelanggaran sehingga dipulangkan.

"Kita temukan ada bukti transaksi melalui WhatsApp dan WeChat. Setelah kita dalami dan mereka mengakui," tutur Mujahid.


Berdasarkan pengakuan, kata Mujahid, mereka baru menjalani bisnis ini. Tarif yang ditawarkan mencapai Rp 900 ribu untuk satu kali kencan.

"Nah kencannya itu di kosan mereka di tempat yang kemarin kita datangi. Mereka bertiga memang ngekos di tempat itu cuma beda-beda kamar," katanya.

Dalam bisnis yang dilakoninya, mereka menggunakan muncikari. Dari satu tamu, dua muncikari mendapatkan upah sebesar Rp 100 ribu.

Selain menindak tiga perempuan penjaja seks via online, petugas juga mengamankan dua pasang pria dan wanita yang tengah berada di dalam kamar. Mereka diamankan lantaran saat digerebek, kedua pasangan itu tak bisa menunjukkan buku nikah.
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed