DetikNews
Kamis 08 November 2018, 22:07 WIB

Sungai di Pangandaran Meluap, 990 Rumah Terendam

Dadang Hermansyah - detikNews
Sungai di Pangandaran Meluap, 990 Rumah Terendam Petugas Tagana sedang mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Pangandaran. (Foto: Dokumentasi Tagana Pangandaran)
FOKUS BERITA: Banjir & Longsor 2018
Pangandaran - Sebanyak 990 rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cikidang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Rumah warga yang terdampak banjir itu berada di Desa Pananjung dan Babakan.

Air sungai meluap setelah Pangadaran diguyur hujan pada Kamis (8/11/2018). Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pangandaran, dampak banjir tersebut memaksa 120 jiwa mengungsi ke Balai Desa Pananjung. Sebagian menumpang tinggal sementara ke rumah kerabat.

Sehari sebelumnya, banjir luapan Sungai Cikidang melanda lima kecamatan meliputi Cijulang, Cimerak, Pangandaran, Parigi dan Sidamulih. Banjir berangsur surut, kini hanya melanda dua desa di Kecamatan Pangandaran.

"Kondisi banjir di Pangandaran berpindah, lima kecamatan kemarin terendam tapi sudah sudut. Sekarang ini di dua desa saja, hujannya berbeda arah," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena saat dihubungi detikcom, Kamis (8/11/2018) malam.

Menurut Nana, meski hanya melanda dua desa, dampak banjir tergolong cukup parah. Banjir sebelumnya tidak ada warga yang mengungsi karena air cepat surut dan tidak terlalu dalam. Namun kali ini ketinggian banjir mencapai 120 sentimeter dan terendah sekitar 60 sentimeter.

"Hampir seribuan rumah, jelasnya sekitar 990 rumah terendam. Cukup parah karena sampai ada yang mengungsi, memang sudah benar-benar sulit beraktivitas," kata Nana.

Pada siang hari, menurut Nana, banjir mulai surut. Namun pada malam, air sedikit meningkat dan cenderung stagnan. Ia memprediksi bila hujan kembali turun di kawasan hulu, maka banjir semakin tinggi dan pengungsi akan bertambah.

"Mudah-mudahan segera surut, pengungsi bisa segera pulang ke rumahnya," ucap Nana.

Saat ini pihaknya masih terus memantau ketinggian banjir yang melanda dua desa tersebut. Petugas sudah mendirikan pos jaga. Selain itu, petugas mendirikan dapur mandiri dan menyediakan logistik bersama Dinas Sosial Pangandaran.
(bbn/bbn)
FOKUS BERITA: Banjir & Longsor 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed