Ini MR X Yang Dituding Penculik di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 03 Nov 2018 13:30 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Tatapan matanya kosong. Sesekali dia memperhatikan tali perban di tangan kanan dan kirinya yang diikatkan ke besi pinggiran ranjang di Ruang Perawatan Khusus RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

Sejak diserahkan oleh anggota Polsek Sukaraja, Resor Sukabumi Kota pada Jumat (2/11/2018), pria yang mengalami gangguan kejiwaan itu mendapat perhatian penuh dari dokter ahli kejiwaan di rumah sakit plat merah tersebut. Isu liar yang beredar di media sosial, pria yang dipanggil dengan sebutan Mr X itu adalah pelaku penculikan.

"Kita panggil dia Mr X karena tidak ditemukan identitas, sejak diantar oleh anggota kepolisian dia tidak mau ngomong hanya diam saja. Kita ikat karena dia beberapa kali berusaha untuk melarikan diri," kata dokter Wahyu Handriana, kepala bagian informasi rumah sakit, Sabtu (3/11/2018).

Pria itu ditemukan petugas polsek saat keluyuran di sekitar Jalan Raya Sukaraja. Sejak diamankan hingga mendapat penanganan medis tidak ada satu patah katapun terucap dari bibirnya.

Tampilan fisik pria itupun terlihat tak terurus. Di ruang perawatan pria itu masih mengenakan kemeja yang sama seperti saat dia diamankan polisi.

"Rencananya akan diobservasi lebih jauh, kalau sudah selesai kita akan serahkan ke Dinas Sosial untuk penanganan lanjutan," lanjut Wahyu.



Dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo membenarkan hal itu. Setelah diamankan anggotanya, Mr X mendapat penanganan dari ahli kejiwaan. Menurut dia polisi tidak mau gegabah menyimpulkan kondisi seseorang tanpa keterangan ahli.

"Tugas kita sebatas mengamankan ketika ada orang yang mencurigakan keluyuran di jalan. Ketika ada indikasi orang tersebut mengalami gangguan jiwa tentu kita koordinasi dengan pihak terkait seperti rumah sakit dan Dinas Sosial," kata Susatyo.

Polisi kemudian dibuat kesal, seorang warganet membuat unggahan dan menyebut anggotanya mengamankan seorang penculik. Informasi hoax itu kemudian tersebar di jejaring media sosial Facebook hingga membuat keresahan.

"Itu bukan lagi kesalahan informasi, namun kebohongan yang seolah dibuat benar atau fakta. Bagi mereka yang awam tentu akan menelan bulat-bulat informasi tersebut, satu-satunya cara harus dibuat jera toh pihak kepolisian sudah melakukan sosialisasi secara kontinu tentang waspada hoax, imbauan dan berbagai cara lain terkait penyebaran hoax," jelas dia.

"Isu penculikan marak tapi faktanya tidak ada, baik laporan maupun informasi tentang kasus culik sampai sejauh ini belum ada yang melaporkan. Namun isu tidak benar muncul dan membuat keresahan di masyarakat ," tandas dia.

Seperti diberitakan, polisi menciduk dua orang terkait penyebaran informasi bohong atau hoax soal penculik anak di Sukabumi yang diunggah ke media sosial (medsos) Facebook. Satu warganet, pria inisial N alias E, ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan perempuan inisial W masih berstatus sebagai saksi.

Informasi dihimpun, keduanya disergap polisi tidak lama setelah mengunggah informasi soal penculikan anak di Sukabumi. Postingan disebar di beranda pribadi dan grup Sukabumi Facebook itu menjadi viral.

"Keduanya kita amankan karena telah menyebar kabar bohong atau hoax soal penculikan di jejaring media sosial Facebook. Kabar tersebut membuat resah warganet, padahal informasi yang sesungguhnya tidak seperti itu," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo didampingi Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto kepada awak media di RSUD R Syamsudin SH, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018). (sya/ern)