Pengeboran Air Tanah Jadi Ancaman Nyata Bencana di Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 24 Okt 2018 22:07 WIB
Wilayah Danau Bandung Purba. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Letak Kota Bandung yang berada di kawasan Cekungan Bandung memiliki sejumlah potensi bencana. Mulai dari Sesar Lembang, Gunung Tangkuban Parahu hingga terbaru potensi likuifaksi.

Rupanya potensi bencana yang paling nyata mengancam Kota Bandung bukan berasal dari tiga hal tersebut. Tetapi akibat pemanfaatan air tanah dengan cara mengebor yang kian marak bisa mengakibatkan penurunan tanah di Kota Bandung.


Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI Adrin Tohari mengatakan sudah seharusnya pemerintah mulai melakukan pembatasan mengenai pengeboran tersebut. Sebab, ia menyebut, kondisinya sudah semakin kritis.

"Kalau sudah dalam kondisi kritis, tidak boleh lagi ada pengambilan air tanah dalam yang nantinya bisa berdampak penurunan tanah. Itu sudah jadi ancaman nyata," ujar Adrin kepada detikcom usai acara diskusi 'Potensi Likuifaksi di Wilayah Cekungan Bandung' di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (24/10/2018).

Menurut Adrin, ancaman yang disebutnya nyata itu sangat berpotensi di Kota Bandung terutama di daerah selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan di daerah timur yang berdiri banyak pabrik.

Adrin mengatakan pengambilan air tanah yang semakin marak membuat tanah Kota Bandung yang berupa lapisan lempung menjadi menciut. Akibatnya, dia menjelaskan, lapisan tanah yang di atasnya akan mengalami penurunan.

"Contohnya busa untuk cuci piring yang banyak pori-porinya. Coba remas, itu volume mengecil air keluar. Sama dengan lempung di dalam tanah yang airnya ikut terhisap, maka volumenya berkurang dan lapisan tanah di atasnya turun. Itu fenomena penurunan tanah akibat penggunaan air tanah yang berlebihan," tuturnya.

Adrin menyarankan agar pemerintah memperkuat regulasi sekaligus memberikan solusi dengan menyiapkan sambungan air bersih yang sumbernya bukan berasal dari air tanah. (tro/bbn)