DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 17:54 WIB

Polisi Lacak Pembawa Bendera Tauhid yang Dibakar di Hari Santri

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Polisi Lacak Pembawa Bendera Tauhid yang Dibakar di Hari Santri Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Polda Jabar menyebut bendera berkalimat tauhid yang dibakar oknum anggota Banser di Garut merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Polisi tengah melacak pembawa bendera tersebut.

"(Pembawa bendera) masih diselidiki," ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/10/2018).

Agung menuturkan insiden pembakaran berawal saat upacara peringatan hari santri di alun-alun Limbangan, Garut, Senin (22/10/2018). Saat upacara tersebut, sambung Agung, seseorang mengibarkan bendera berkalimat tauhid.



Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan pernyataan Kapolda Jabar soal bendera HTI itu berdasarkan keterangan saksi.

"Kenapa Bapak (Kapolda) bilang itu, ya ada petunjuk keterangan. Kita berdasarkan petunjuk dan keterangan saksi," ucap Truno.



Selain keterangan saksi, polisi juga mendapat petunjuk dari video yang beredar. Menurutnya keterangan saksi dan petunjuk itu akan dianalisa dengan mengundang ahli.

"Keterangan ditambah petunjuk nanti ada keterangan ahli. Nah besok digelarkan," kata dia.

Sementara Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyesalkan tindakan personel organisasinya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid yang mereka anggap sebagai bendera HTI itu.

"Saya menyayangkan atas apa yang dilakukan teman-teman Banser di Garut. Protap (Prosedur Tetap) di kami tidak begitu. Protap yang sudah kami instruksikan, kalau menemui lambang atau simbol apapun yang diidentikkan dengan HTI, agar didokumentasikan lalu diserahkan ke kepolisian, bukan dibakar sendiri," kata Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, kepada detikcom, Selasa (23/10/2018).



Namun Yaqut ingin publik memahami bahwa pembakaran bendera HTI di Garut pada Senin (22/10) kemarin bukanlah tanpa sebab. Yaqut menjelaskan pembakaran itu dilatarbelakangi provokasi dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional.

"Itu pun ketika teman-teman di Garut melakukan pembakaran, tentu itu harus dipahami bukan dalam ruang hampa yang tidak ada sebabnya," ujar Yaqut.


Saksikan juga video 'Polri Selidiki Motif Pembakaran Bendera Tauhid di Garut':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed