DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 17:25 WIB

Nelangsa Sopir Ojek di Sukabumi Idap Tumor Ganas

Syahdan Alamsyah - detikNews
Nelangsa Sopir Ojek di Sukabumi Idap Tumor Ganas Andri Firmansyah (36) bersama istrinya. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Derita dialami Andri Firmansyah (36), ayah satu anak asal Kampung Ciseureh, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Sebagian kulit kepalanya melepuh dan tumbuh benjolan kecil berisi cairan.

Pria bekerja sebagai sopir ojek ini mengaku sudah menjual seluruh barang berharga miliknya demi biaya berobat ke berbagai rumah sakit. "Suami saya kerap menahan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Tidak hanya di bagian kepala, tapi kadang merembet sampai ke lehernya. Kata dokter suami saya mengidap kanker kulit ganas," kata Resnawati (34), istri Andri kepada detikcom di kediamannya, Senin (22/10/2018).

Resnawati haru bercampur nelangsa dengan perjuangan suaminya. Sebab, selagi sakit, suaminya tersebut tetap memberikan peran untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Dia satu-satunya tulang punggung keluarga, jarang mengeluh. Saya cuma bisa nangis melihat suami saya. Saya sudah minta dia jangan banyak aktivitas dulu, tapi dia selalu jawab sudah tanggung jawab suami," ujar Resnawati.

Nelangsa Sopir Ojek di Sukabumi Idap Tumor KulitAndri Firmansyah (36) bersama istrinya. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Andri mengaku penyakitnya itu berawal benjolan kecil. Lalu pada 2010, dia menjalani pengobatan di RSUD Sekarwangi, Cibadak. Dokter saat itu mendiagnosis benjolan itu sebagai kelenjar.

"Setelah operasi, kondisi saya berangsur membaik. Namun beberapa tahun kemudian benjolan kambuh lagi jadi luka membesar dan mengeluarkan cairan. Tahun 2017 berobat ke RSUD R Syamsudin pakai BPJS, kata dokter penyakit tumor ganas kulit dan harus dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung," tutur Andri.

Kini Andri berharap dermawan yang bersedia membantunya berangkat ke RS Hasan Sadikin Bandung. "Kalau ke sana pasti membutuhkan biaya yang besar. Mau menjual barang-barang, tapi sudah habis untuk biaya berobat sebelumnya. Selain itu, keluarga juga butuh perhatian saya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, walau hanya setengah hari. Tapi makin ke sini badan makin kerasa enggak enak, lebih banyak di rumah," ucap Andri.

Kondisi Andri tersebut diketahui oleh pegiat sosial Sahabat Kristiawan Peduli (SKP). Kristiawan mengaku prihatin melihat keadaan Andri. Rencananya bersama sejumlah donatur, Kristiawan menghimpun donasi dan memberikan bantuan transportasi serta mengurus keperluan rumah singgah selama Andri menjalani pengobatan di Bandung.

"Kami sudah siapkan kendaraan untuk pak Andri pulang pergi, tinggal menunggu kesiapan beliau. Harapan kami, pemerintah juga bisa segera merespons cepat warga yang sedang kesulitan. Semoga pak Andri kembali beraktivitas seperti sedia kala," ucap Kristiawan.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed