DetikNews
Minggu 21 Oktober 2018, 23:33 WIB

Tiga Catatan Penting Ketum PPP di Hari Santri Nasional

Tri Ispranoto - detikNews
Tiga Catatan Penting Ketum PPP di Hari Santri Nasional Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Ketum PPP M Romahurmuziy memiliki tiga catatan penting untuk peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Salahsatunya soal Rancangan UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang baru disahkan.

"Pertama tentu rasa terima kasih santri pada presiden yang telah memberikan hadiah HSN sebagai hari nasional pada tahun 2015 lalu. tentu ini melalui perjuangan yang begitu panjang," ujar pria yang karib disapa Romy itu usai menghadiri puncak HSN 2018 di Kota Bandung, Minggu (21/10/2018).

Menurutnya hal itu adalah sebuah penghargaan dari negara terhadap para santri yang sejak dulu telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. "Kalau ada santri tidak cinta NKRI, perlu dipertanyakan kesantriannya. Karena kesantrian dan NKRI juga nasionalisme adalah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan," katanya.

Catatan kedua, kata Romy, adalah kabar baik dari dunia pesantren. Pekan lalu DPR melalui rapat paripurna telah mengesahkan Rancangan UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK) yang diinisiasi oleh PPP.

"Ini sekaligus menjadi hadiah untuk santri. Kita di Indonesia jumlah santri yang aktif 4 juta, belum dihitung alumni-alumninya. Sehingga RUU PPK ini betul-betul menjadi hadiah untuk para santri," ucapnya.



Jika RUU tersebut resmi disahkan maka PPK akan memiliki landasan hukum yang kuat dan tidak lagi berstatus 'dipersamakan' seperti yang saat ini tercatat di Kementerian Agama. Nantinya PPK akan berstatus sama seperti sekolah formal pada umumnya.

Sebagai catatan terakhir, Romy berharap peran santri sebagai benteng NKRI bisa menangkis paham-paham yang bisa menggangu sistem nasionalisme yang sudah berjalan saat ini.

"Seperti faham khilafah, seperti paham-paham yang mengatakan nasionalisme bukan ajaran islam. Nah di sini peran santri harus dikedepankan agar bangsa ini tetap utuh. Karena risiko kita untuk bergaduh terlalu besar untuk bangsa ini," ujar Romy.



Sementara itu disinggung soal rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tahun depan akan membuka 1.000 Balai Latihan Keterampilan di pesantren, Romy sangat mendukungnya. Sebab program tersebut adalah solusi nyata dari pemerintah.

"Saya tahu presiden sebelumnya, dan saya menghormati mereka semua. Tetapi Presiden Jokowi ini paling tidak pernah lelah masuk ke pesantren untuk berdiskusi dengan ulama dan tahu persis kebutuhan para santri yaitu keterampilan," katanya.

Sehingga melalui program tersebut santri yang lulus dari pondok bisa memiliki keterampilan khusus untuk bersiap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed