detikNews
Minggu 21 Oktober 2018, 13:58 WIB

Jelang Derbi Milan, Bayi Ini Diberi Nama Derby Della Madonnina

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Jelang Derbi Milan, Bayi Ini Diberi Nama Derby Della Madonnina Foto: Luthfiana Awaluddin
Karawang - Pasutri penggemar AC Milan di Karawang, Jawa Barat memberi nama anak mereka Derby Della Madoninna. Anak pasangan Prasetyo Adhi Nugroho (30) dan Fitria Khairunnisa (29) itu lahir jelang pertandingan antara AC Milan melawan Inter Milan di musim 2018-2019.

Adapun Derby della Madonnina jilid I di musim 2018/2019 akan dilangsungkan di Stadion San Siro atau Giuseppe Meazza, Senin (22/10/2018) dinihari WIB. "Ini adalah momen unik dan langka, terutama bagi kami penggemar AC Milan," kata kata Prasetyo saat ditemui detik di rumah sakit Delima Asih, Karawang, Sabtu malam (20/10/2018).

Praseryo dan Fitria sama - sama menggemari AC Milan. Bahkan anak pertama mereka sengaja diberi nama dengan inisial ACM. Praseryo bercerita, ia dan istrinya kembali memberi nama bernuansa Milan kepada anak kedua mereka.

"Rencananya kami akan beri nama anak kedua dengan inisial CSM merujuk pada Curva Sud Milan, penggemar garis keras AC Milan," ungkap Tyo.

Tapi, pemberian nama itu batal, karena jelang pertandingan antara AC Milan melawan Inter Milan, istri Tyo merasakan kontraksi. Alhasil ide pemberian nama bayi itu muncul di benak Tyo. Kepada sang istri, pria 30 tahun itu mengusulkan nama Derby Della Madoninna untuk putrinya.

Anak Tyo benar - benar lahir jelang Derbi Milan, bayi perempuan itu lahir normal dengan berat 2,5 kg dan panjang 45 cm pada Sabtu (20/10) sekitar pukul 10 pagi. "Sebetulnya kami sudah menyiapkan nama lain, tapi karena bayi akan lahir jelang derbi Milan, akhirnya saya beri nama Derby Della Madoninna. Istri saya setuju karena kita sepaham dan kita sama - sama pendukung Milan," kata Tyo.

Tyo mengungkapkan, penamaan anaknya tidak sembarangan. Ia dan istrinya punya alasan khusus memberi nama kepada bayi perempuan mereka. Tyo dan Fitri berharap, Derby Della Madoninna menjadi anak baik dan selalu membawa kedamaian dimanapun berada. "Karena banyak yang bisa dijadikan pelajaran dalam Derbi della Madoninna," kata Tyo.

Tyo menuturkan, Derbi della Madonnina yang mempertemukan Milan dan Inter selalu jadi duel panas, sengit dan sarat gengsi. Persaingan tak hanya terjadi antara kedua tim, namun selalu menjalar pada kedua pendukungnya, yaitu Milanisti dan Internisti. Tak jarang, adu koreografi, saling balas chant bahkan adu kembang api kerap mewarnai derbi di kota mode tersebut.

"Tapi meski pendukung Milan dan Inter adalah rival, itu hanya di dalam lapangan. Setelah pertandingan usai, rivalitas berakhir. Derbi Milan adalah contoh baik bagaimana seharusnya suporter sepakbola bersikap," tuturnya.
Jelang Derbi Milan, Bayi di Karawang Diberi Nama Derby Della MadoninnaFoto: Luthfiana Awaluddin


Di tengah berbagai perseteruan antar suporter di Indonesia, Tyo berharap nama anaknya bisa menjadi inspirasi untuk suporter di Indonesia yang tak jarang berlebihan, bahkan hingga mengakibatkan nyawa melayang.

"Saya berharap anak saya tidak punya sifat seperti oknum The Jak dan Viking yang selalu berseteru dan memelihara dendam," tuturnya.

Derby Della Madoninna adalah sebutan publik Italia untuk pertandingan antara AC Milan melawan Inter Milan. Nama panggilan ini berasal dari sebuah patung Bunda Maria, salah satu ikon bangunan di kota Milan.

Patung Maria yang disebut Madonnina ini dirancang oleh Giuseppe Perego pada 1774. Konon sampai saat ini, tak ada bangunan di kota Milan yang dibangun melebihi tinggi patung tersebut.


Simak Juga 'Kota Milan yang Memanas di Derby Della Madonnina':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com