DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 19:52 WIB

Dede Yusuf dan Bupati Cellica Bicara Soal LGBT

Luthfiana Awaluddin, Wisma Putra - detikNews
Dede Yusuf dan Bupati Cellica Bicara Soal LGBT Aksi penolakan LGBT di Karawang/Foto: Luthfiana Awaluddin
Kabupaten Bandung - Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi merasa prihatin dengan semakin maraknya fenomena LGBT di Indonesia termasuk di Jawa Barat. Hal itu menurutnya terjadi karena kurangnya pengawasan dari orangtua.

"Makin maraknya LGBT yang masuk ke remaja-remaja, tentu yang harus dipertanyakan sudahkah orangtua melakukan fungsi pengawasan, perlindungan dan cinta kasih terhadap anak?" kata Dede usai melakukan sosialisasi BKKBN di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jumat (19/20/2018).

Ia mengimbau kepada orangtua dan guru untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengetahui pergaulan anak karena LGBT ini menular.

"Ini yang harus menjadi perhatian untuk kita semua, karena secara tidak sadar ini (LGBT) berkembang, berkembang dan berkembang. Temuan yang kemarin (Garut) jumlahnya ribuan, itu mungkin yang baru ketahui yang tidak ketahuan mungkin lebih banyak," ungkapnya.

Menurutnya, fungsi BKKBN harus diterapkan di dalam keluarga dan dikuatkan dengan menguatkan perlindungan keluarga.

"Perlindungan, kasih sayang, lingkungan sosial dan agama. Jangan sampai, urusan orangtua kepada anak hanya sekedar memaksa anak mengejar nilai-nilai yang baik, tanpa memahami permasalahan anak tersebut," paparnya.

Dede juga turut mengomentari penangkapan Admin Group Facebook Gay Bandung Indonesia yang dilakukan oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar.

"Harus ada sanksi, kalau ada yang niat menyebarkan. Kalau menyebar dan membuat jaringan harus ada sanksi yang tegas. Tapi kalau anak kita yang menjadi korban kita harus melakukan pembinaan agar kembali kepada kordaratnya," jelasnya.

Menyikapi kasus tersebut, Dede mengajak kepada warga Indonsesia khusunya anak muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). "Bijak bermedia sosial tentu, karena ini yang dikhawatirkan menyebarkan yang tidak tertular, menjadi iya (tertular)," tandasnya.



Sementara itu di tempat terpisah, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menegaskan segera mengeluarkan surat edaran larangan praktik LGBT di Karawang. Hal itu sebagai tanggapan aksi massa Aliansi Pergerakan Islam Karawang (Aspika) yang hari ini melakukan aksi.

"Dalam satu minggu, kita akan membuat surat edaran, melarang praktik LGBT. Selama proses berjalan, kita menelaah dan melakukan proses pembuatan perbup," katanya.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed