Potret krisis kekeringan ini dirasakan puluhan kepala keluarga di Dusun Rancasembung, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sumur milik warga mengering. Mereka terpaksa memanfaatkan air sumur galian di tengah sawah.
Setiap pagi atau sore hari, warga beraktivitas mencuci baju dan alat rumah tangga di tengah sawah. Sumur galian di sawah ini satu-satunya sumber air yang diandalkan warga selagi musim kemarau. Selain mencuci, air galian itu dimanfaatkan warga untuk keperluan mandi dan memasak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potret krisis kekeringan ini dirasakan puluhan kepala keluarga di Dusun Rancasembung, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Mereka mengandalkan sumber air sumur di tengah sawah. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom) |
Sejauh ini, Etin mengungkapkan, belum pernah ada bantuan atau suplai air bersih yang disalurkan pemerintah. Dia dan warga lainnya saat ini mengandalkan air dari tengah sawah.
Warga lainnya, Reni (30), harus bolak balik mengangkut air ke rumahnya untuk keperluan rumah tangga. "Berharapnya musim kemarau ini segera berakhir, hanya bisa berdoa. Mudah-mudahan pemerintah juga bisa mengirim bantuan air bersih ke daerah kami, sedikitnya bisa membantu keperluan air dua sampai tiga hari," ujar Reni.
Warga mengangkut air menggunakan ember dengan jarak sekitar 50 hingga 100 meter dari permukiman. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom) |
Saksikan juga video 'Warga Ciamis Kesulitan Air Bersih':
(bbn/bbn)












































Potret krisis kekeringan ini dirasakan puluhan kepala keluarga di Dusun Rancasembung, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Mereka mengandalkan sumber air sumur di tengah sawah. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Warga mengangkut air menggunakan ember dengan jarak sekitar 50 hingga 100 meter dari permukiman. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)